Polisi Ciduk 4 Siswa Tersangka Pengeroyokan

TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menetapkan empat pelajar Sekolah Menengah Kejuruan sebagai tersangka pengeroyokan hingga tewas siswa SMK kelas X SMK Negeri 39, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Ahmad Yani. »Dari keterangan saksi yang berhasil dikumpulkan, sudah ada empat siswa SMK yang ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Dian Perri.

Keempat tersangka tersebut yaitu, SI alias Bule yang berusia 19 tahun, DA alias Ceker yang berusia 18 tahun, FF alias Abel yang berusia 18 tahun, dan MF yang berusia 19 tahun. Keempatnya merupakan siswa SMK Mercusuar, Cakung, Jakarta Timur. Mereka diyakini mengeroyok korban Ahmad Yani hingga tewas dan telah mengakui perbuatannya itu.

Dian mengatakan keempat tersangka itu diciduk kepolisian tidak dalam waktu bersamaan. »Tersangka berinisial Bule dan Ceker ditangkap pada 5 September, sedangkan tersangka Abel dan MF ditangkap pada 10 September 2012,” kata Dian. Mereka ditangkap terpisah di sekitar Jakarta Timur oleh Unit Reserse Kriminal Polsek Cakung.

Ada pun barang bukti yang berhasil disita kepolisian adalah potongan-potongan bambu yang ditemukan di tempat kejadian, sepeda motor merk Honda Revo milik tersangka MF, telepon genggam merk Nokia milik seorang teman tersangka berinisial R, pakaian korban yang bernoda darah, dan jaket berwarna merah milik tersangka Bule.

Keempat tersangka nantinya terancam dijerat Pasal 170 ayat (2) ke 3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau pemidanaan atas kekerasan bersama-sama di depan umum yang mengakibatkan matinya seseorang. Seluruh pelaku diancam dengan pidana penjara hingga sembilan tahun.

»Namun bagi tersangka yang masih di bawah umur, maka penanganannya juga akan mengacu pada Undang-Undang Perlindungan anak,” kata Dian. Misalnya dengan penahanan yang terpisah dengan tahanan dewasa dan masa tahanan yang lebih cepat.

Sebelumnya, korban Ahmad Yani tewas akibat luka berat setelah tawuran antar pelajar di di sekitar Stasiun Cipinang hingga Stasiun Buaran, Jakarta Timur. Tawuran antar pelajar itu pecah pada 15.20, Kamis 30 Agustus 2012. Awalnya, tawuran terjadi di sekitar Stasiun Klender, Jakarta Timur. Namun karena ada seorang pria tua yang tewas tertabrak akibat menyelamatkan diri dari tawuran itu, tawuran pun sempat terhenti.

Namun tewasnya pria tua tersebut tidak menyurutkan niat para pelajar untuk tetap tawuran. Sekitar satu jam kemudian, para pelajar yang terlibat tawuran pindah lokasi tawuran ke bawah jalan layang Pondok Kopi, Cakung, Jakarta Timur. Saat tawuran di bawah jalan layang itu, korban Ahmad Yani tewas terkena sabetan senjata tajam.

RAFIKA AULIA

Berita Lainnya:

Di Kupang, Singkong Emas Jadi Bioetanol

Tawuran Dari Atas Truk Semen, Satu Pelajar Tewas

Wisata Yogya ke Jawa Timur Terkendala Akses Jalan

Paket Wisata ke Yogyakarta Dinilai Masih Mahal

Hartati Ditahan, Pendukungnya Cucurkan Air Mata 

Pangeran William Ingin Punya Dua Anak

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah Anda percaya pengerjaan proyek MRT yang sudah resmi dimulai akan berjalan tepat waktu sesuai rencana?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat