Kenaikan BBM

Polisi Didesak Cari Pembunuh Raafi  

TEMPO.CO, Jakarta - Setelah pengadilan memutus bebas terdakwa pembunuh siswa Pangudi Luhur, Raafi Aga Winasya, kuasa hukum korban meminta polisi meneruskan penyidikan, mencari siapa pembunuh Raafi yang sebenarnya. Untuk itu, kuasa hukum dan tim advokasi Brawijaya IV akan mendatangi kantor polisi Jumat, 3 Agustus 2012, besok.

»Kami akan mempertanyakan proses penyidikan yang berujung pada bebasnya terdakwa pembunuh Raafi,” kata Mahendradatta sebagai wakil kuasa hukum korban. Penyidikan polisi sebelumnya menemukan sejumlah bukti bahwa Sher Mohammad Febryawan, alias Febry, adalah penusuk Raafi. Tapi majelis hakim menilai bukti polisi lemah.

»Penyidikan harus diperkuat lagi, atau silakan polisi mencari tersangka baru,” kata Mahendradatta. Menurut dia, ada banyak sekali aspek dari kasus ini yang luput didalami dalam proses penyidikan. »Misalnya soal keterlibatan oknum aparatur yang bernama Sanuri, kenapa dia baru datang setelah tiga pekan?” katanya. Dia juga tidak yakin semua saksi mata sudah diperiksa polisi.

Tim advokasi berharap pencarian pembunuh Raafi tidak berhenti di tengah jalan.

Ditemui terpisah, Jaksa Penuntut Umum kasus Raafi, Indra Hadiyanto menyatakan pihaknya akan mengajukan kasasi atas vonis bebas terhadap Febry. "Saya menghormati keputusan hakim tapi kami memiliki pendapat lain dan akan mengajukan upaya hukum kasasi," kata Indra yang ditemui di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 2 Agustus 2012.

ANANDA W. TERESIA

Berita Terpopuler:

Polisi Langgar Wewenang KPK

BWF Diskualifikasi Delapan Atlet Badminton

"Bayi Besar" Bermunculan di Amerika

Satu Jenderal Polisi Lagi Jadi Tersangka

Gubernur Tersangka, Agenda Akpol Berantakan

Panwaslu Miliki Video Rhoma Irama Ceramah SARA

Djoko Susilo Ancam Perkarakan KPK

Didiskualifikasi, Atlet Bulu Tangkis Ini Pensiun

Ahok Yakin Foke Tidak Embuskan Isu SARA

Polisi Diminta Mundur dari Kasus Simulator SIM

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat