Kenaikan BBM

Polisi Geledah Rumah Bandar Narkoba Satu Tewas

Medan (ANTARA) - Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia dan Kepolisian Daerah Sumatera Utara menggeledah rumah bandar narkoba internasional di Jalan Sei Musi, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru, Senin sore.

Penggeledahan itu dipimpin Direktur IV/Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Arman Depari dan Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Andjar Dewanto.

Arman Depari mengungkapkan, penggeledahan itu merupakan lanjutan dari operasi untuk memutuskan rantai peredaran narkoba internasional yang didatangkan dari Malaysia melalui pelabuhan laut Teluk Nibung.

Operasi pemberantasan peredaran gelap tersebut telah berlangsung sekitar dua bulan dengan melibatkan personel dari Mabes Polri, Polda Sumut, Polres Asahan, dan Polres Tanjung Balai.

Ia menjelaskan, operasi tersebut berawal dari pengungkapan kasus penyelundupan narkoba dari Port Klang, Malaysia yang dibawa masuk melalui Pelabuhan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, pihaknya mendapatkan delapan tersangka, mulai dari kurir, anak buah kapal (ABK), mualim, kapten kapal feri yang membawa narkoba dari Malaysia itu.

"Seluruhnya ada delapan tersangka, termasuk pemilik barang," katanya tanpa menyebutkan nama kurir, ABK dan kapten kapal tersebut.

Ia mengatakan, bandar narkoba itu diketahui berinisial AT alias Ar yang ditahan di Bandara Polonia Medan ketika turun dari pesawat setelah menempuh perjalanan dari Malaysia.

"AT ditangkap kemarin (Minggu, 14/10) sore," kata mantan Kapolres Langkat itu.

Dari proses penyelidikan yang dilakukan, pihak kepolisian menemukan barang bukti seperti shabu-shabu dengan berat sekitar lima kg, senjata api jenis pistol, alat timbang, uang Rp17 juta dan 20 ribu Ringgit Malaysia.

Dalam penggeledahan tersebut, petugas gabungan dari Mabes Polri dan Polda Sumut itu juga mengamankan satu unit mobil dengan nomor polisi BK 1308 VQ.

"(Mobil) itu milik tersangka," kata Arman yang juga mantan Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

Menurut dia, ketika seluruh tersangka yang ditangkap di Tanjung Balai dibawa ke Medan, terjadi perlawanan dari salah satu tersangka berinisial AH yang mencoba untuk merebut senjata petugas.

Akibat perlawanan salah seorang tersangka tersebut, salah seorang personel Polri yang melakukan pengawalan mengalami luka di bagian tangan.

Setelah melarikan diri dan tidak menghiraukan tembakan peringatan dari petugas, pihaknya berupaya untuk melumpuhkan tersangka itu dengan tembakan.

Namun tersangka meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut untuk memburu sejumlah nama yang menjadi DPO, termasuk dengan berkoordinasi dengan polisi Diraja Malaysia.(ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.