Sumenep (ANTARA) - Kapolres Sumenep AKBP Dirin menyatakan, jumlah imigran gelap yang terdampar di Pulau Guagua, Kecamatan Raas, belum diketahui, karena masih dilakukan pendataan.
"Informasi adanya imigran gelap yang terdampar di wilayah Sumenep sudah masuk kepada kami sejak Rabu (25/7). Namun, keberadaan mereka yang terdampar di Pulau Guagua, Raas, baru terdeteksi pada Kamis ini. Untuk jumlah imigrannya, belum diketahui secara pasti," ujarnya di Sumenep, Jawa Timur, Kamis.
Pada Rabu itu, kata dia, polisi memang memperoleh informasi dari Badan SAR Nasional (Basarnas) tentang rombongan imigran yang terdampar di wilayah Sumenep, akibat kapal kayu yang ditumpangi mereka mengalami kerusakan.
"Kami sempat menginstruksikan anggota yang berada di tiga pulau, yakni Raas, Sapudi, dan Giligenting, untuk menindaklanjuti informasi tersebut," ucapnya.
Bahkan, Kapal Basarnas dengan nomor lambung RB 204 yang tiba di Pelabuhan Kalianget pada Rabu malam, sempat melakukan penyisiran ke perairan di sekitar Pulau Giligenting.
"Namun, imigran tersebut ternyata terdampar di Pulau Guagua, Raas. Saat ini, anggota kami sedang melakukan pendataan. Informasi sementara, jumlahnya puluhan orang," kata Dirin.
Ia juga mengemukakan, pihaknya akan berusaha melakukan evakuasi secepatnya terhadap para imigran tersebut.
"Saat ini, kami berusaha mencari kapal yang bisa menjangkau ke Pulau Guagua. Kapal Basarnas yang saat ini berada di Kalianget, tidak mungkin dipaksakan ke Pulau Guagua, karena kondisi cuaca laut buruk," paparnya.
Pulau Guagua adalah salah satu pulau yang merupakan wilayah Kecamatan Raas, dan posisinya berada di sebelah timur Pulau Raas.
Dalam kondisi cuaca normal, perjalanan laut dari Pulau Raas ke Guagua dengan menggunakan perahu, biasanya membutuhkan waktu sekitar dua jam. (tp)



Yahoo! OMG