Polisi Kantongi Ciri Penembak di Kebayoran Lama

Jakarta (ANTARA) - Aparat Kepolisian Resor Metropolitan (Polrestro) Jakarta Selatan mengantongi ciri fisik pelaku penembakan yang menewaskan Liong Lenny Erwati (45) di Jalan Raya Cidodol, Kebayoran Lama, Selasa (23/10) sekitar pukul 19.30 WIB.

"Kita mendapatkan ciri pelaku dari suami korban," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Hermawan di Jakarta, Rabu.

AKBP Hermawan mengatakan suami korban, Sin Harjo (44) menduga jumlah pelaku sebanyak empat orang yang menggunakan sepeda motor dengan ciri fisik yang hampir mirip.

Hermawan mengungkapkan pelaku penembakan atau eksekutor memiliki tinggi badan sekitar 165-170 centimeter, kulit putih, tidak menggunakan helm (pelindung kepala), potongan rambut sedang dan mengenakan baju motif garis melintang.

Suami korban juga mengenali senjata tajam jenis golok yang dibawa pelaku untuk membacok kaca mobil sebelah kiri dan mengetahui senjata api yang digunakan pelaku berwarna perak (silver), serta pelaku menarik pelatuk sebelum menembak korban.

Berdasarkan keterangan Sin Harjo, maka penyidik kepolisian menduga pelaku menggunakan senjata api jenis FN.

"Suami korban juga ingat ada pelaku yang berteriak `mati kamu` dengan logat seperti orang Jakarta (betawi)," ujar Hermawan.

Sebelumnya, pengendara motor tidak dikenal menembak mati Lenny saat menumpang mobil boks yang dikemudikan suaminya, Sin Harjo di Jalan Raya Cidodol, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (23/10) sekitar pukul 19.45 WIB.

Lenny meninggal dunia setelah ditembak pelaku yang mengenai punggung sebelah kiri menembus tulang belikat dan leher kanan. (ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.