Kenaikan BBM

Polisi Lepas Sembilan Warga Ogan Ilir

TEMPO.CO, Palembang -- Sembilan warga Ogan Ilir yang sebelumnya ditahan polisi, Ahad 5 Agustus 2012 dilepaskan. Sebelumnya mereka ditangkap dalam operasi razia yang dilakukan polisi setelah warga bentrok dengan PTPN VII, memperebutkan status tanah perkebunan tebu itu. Kesembilan warga ini ditahan dengan tuduhan memiliki senjata tajam.

»Mereka ditangkap ketika berjaga di desanya masing-masing,” kata Mualimin P Dahlan, Koordinator Tim  Advokasi Hukum dan Pencari Fakta yang dibentuk warga 21 desa yang kini tengah berseteru dengan PTPN VII. Mualimin bersyukur rekannya dibebaskan, namun berharap pembebasan mereka permanen dan bukan hanya penangguhan penahanan. »Mereka korban konflik, bukan pelaku,” katanya.

Kesembilan warga yang dibebaskan polisi adalah Anwar, Sumardi, Maulana, Hermanto, Nano Romansyah, Suhadi, Rismawan, Lukman Hakim, dan Mahdi. Salah satu dari mereka yang enggan disebut namanya mengaku lega bisa kembali bebas. Dia mengaku tak mengerti kenapa ditahan. »Kalau di kampung, petani ya bawa senjata tajam untuk bertani, bukan untuk berkelahi,” katanya.  

Kabid Humas Polda Sumsel, AKBP Djarod Padkova mengakui penahanan atas sembilan warga terpaksa dilakukan untuk mencegah kerusuhan meluas.

PARLIZA HENDRAWAN

Berita Terpopuler:

Macaulay Culkin Hidupnya Tinggal 6 Bulan?

Pintu KPK Digembok, Pengamanan Siaga

KPK: Langkah Polisi Persulit Kami

Djoko Susilo Dinonaktifkan Sebagai Gubernur Akpol

Rhoma Akan Dikawal Soneta Fans Club ke Panwas

Perenang Keturunan Jawa, Idola Baru Belanda

SBY Sampaikan Hal Penting di Cikeas Sore Ini

SBY Salahkan Pemberitaan Media Soal Rohingya

Polisi Bersenjata Serbu Rumah Miley Cyrus

Begini Jaringan Pornografi Anak Itu Terendus

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat