Laporan wartawan tribunnews.com, Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Masalah peredaran senjata api di pasar gelap sulit diungkap pihak kepolisian. Apalagi mengendalikan senjata api rakitan yang biasanya banyak digunakan untuk aksi-aksi kejahatan.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution menjelaskan bahwa pada umumnya senjata api ilegal berasal dari bekas-bekas daerah konflik seperti Ambon maupun Poso. "Ada masyarakat yang belum menyerahkan kepada aparat yang berwenang," kata Saud di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (7/5/2012).
Kemudian, senjata api ilegal yang merupakan senjata api rakitan. Polisi sulit mengendalikan peredaran senjata api rakitan ini.
"Memang sulit untuk pengendaliannya, Karena masyarakat ini khusus di beberapa tempat tertentu ada kemampuan untuk merakit secara mandiri sehingga bisa digunakan sebagai senjata api biasa," jelasnya.
Kemudian, senjata api ilegal juga bisa masuk dari luar negeri melalui jalan-jalan tikus yang ada di nusantara ini. Luasnya wilayah Indonesia dan panjangnya daerah perbatasan menyulitkan pihak kepolisian untuk mengawasi pintu-pintu masuk senjata api ilegal.
"Wilayah kita sedemikian luas khususnya yang berbatasan dengan Malaysia, Singapura di pantai timur Sumatra, dari Aceh sampai ke Sumatra Selatan. Kemudian di daerah kalimantan khususnya dari daerah Serawak maupun Kalimantan Timur ini yg paling dominan karena berdekatan dengan Philipina Selatan," terangnya.
Di Philipina, menurut Saud senjata api merupakan home industri sehingga dapat diperoleh dengan mudah. Biasanya untuk memasukan senjata ilegal tersebut lewat pintu tidak resmi, seperti jalan setapak atau jalur tikus lainnya.
"Itu bisa kita lihat dari penangkapan-penangkapan teroris dimana ada teroris yang khusus memasok senjata api dari luar negeri," ujar Saud.
Kemudian daerah Papua pun juga termasuk daerah rawan tempat memasok senjata ilegal, khususnya yang berbatasan dengan Papua Newgini. "Medannya sangat sulit," imbuhnya.
H+5 Terperangkap
- Pengacara Rakyat Gugat Freeport Terkait Tragedi LongsorAntara - 47 menit yang lalu
- Presiden Minta Dilakukan Investigasi Kecelakaan FreeportAntara - 2 jam 17 menit lalu
- Presiden Terima Laporan Perkembangan Terakhir Kecelakaan FreeportAntara - 3 jam yang lalu
- Tragedi longsor, PT Freeport dan SBY digugat ke pengadilanMerdeka.com - 3 jam yang lalu
- Freeport: Jumlah Korban Meninggal 11 OrangAntara - 6 jam yang lalu
- 11 Pekerja PT Freeport ditemukan tewas, 17 masih tertimbunMerdeka.com - 6 jam yang lalu
- Freeport: Tiga Pekerja Meninggal DitemukanTempo - 7 jam yang lalu
- DPR Minta Freeport Santuni Korban Reruntuhan TambangAntara - 7 jam yang lalu
- Tinjau lokasi longsor, Priyo minta Freeport santuni korbanMerdeka.com - 8 jam yang lalu
- Freeport: Sudah 8 Korban Tewas DitemukanTempo - 9 jam yang lalu
- Tiga Jenazah Karyawan Freeport Dievakuasi Hari IniTempo - 17 jam yang lalu
- Pemerintah: Korban Freeport Dapat Santunan Asuransi JamsostekAntara - 17 jam yang lalu
- DPR Minta Investigasi Runtuhnya Tambang Freeport MenyeluruhAntara - 18 jam yang lalu
- Evakuasi Korban Freeport Terganjal Lokasi RawanTempo - 22 jam yang lalu
- Muhaimin desak Freeport terjunkan ahli buat evakuasi korbanMerdeka.com - Min, 19 Mei 2013
- Korban Longsor Freeport Alami Trauma Tempo - Min, 19 Mei 2013
- Freeport Gunakan Tim Penyelamat Terbaik di Asia Tempo - Min, 19 Mei 2013
- 22 Korban Longsor Freeport Belum Dievakuasi Tempo - Min, 19 Mei 2013
- Tim Evakuasi Kesulitan Capai Korban di FreeportTempo - Min, 19 Mei 2013
- Satu Lagi Jenazah Pekerja Freeport DievakuasiTempo - Min, 19 Mei 2013
Berita Lainnya
- Ini Pengakuan Buruh Pabrik Panci Korban Perbudakan
- Warga Morotai Serahkan 135 Senjata Api ke TNI
- Tiga Tewas dalam Penyergapan di Filipina
- Wakapolda: Pelempar Bom di Tasikmalaya Jaringan Teroris
- Tembakan Densus 88 Terus Terdengar
- Perwira TNI Pertanyakan Kasus Perampokan Istrinya
- Anggota TNI Kodam Ditembak di Depan Markas Raider
- Eksekusi Susno Tak Sesuai HukumAntara videos
- Kejayaan Kutai di Museum Mulawarman Antara videos
Pilihan Redaksi
1 - 4 dari 24
PEDOMAN KOMENTAR
Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
Artikel Terpopuler
Hari Ini di Yahoo!
1 - 8 dari 41
Artikel Pilihan
Lainnya Dari 
POLL
Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?
Memuat...


Yahoo! OMG