TEMPO.CO, Jakarta -Kepolisian RI masih menyelidiki senjata api yang digunakan sejumlah orang yang dituding sebagai teroris di Solo, terutama pistol bertulisan Property Philippines National Police. Kepolisian hingga kini masih mengumpulkan data untuk menemukan asal dari senjata itu sehingga diperoleh kawanan teroris yang menyerang Pos Polisi di Solo.
"Itu kan hanya tulisan saja, belum bisa jadi bukti kuat, sekarang masih disidik dan dikembangkan," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat, Inspektur Jenderal Anang Iskandar, Ahad, 2 Agustus 2012.
Anang menyatakan kepolisian masih terus menelusuri usai penangkapan dan penembakan terhadap para tersangka pada Jumat, 31 Agustus lalu. Salah satu tersangka yang ditangkap dalam keadaan hidup di Karang Anyar, Bayu sudah diperiksa di Jakarta. Dua rekannya, Farhan dan Muchsin, meninggal dalam baku tembak dengan Detasemen Khusus Antiteror 88. "Masih pemeriksaan, tapi belum dapat data terbarunya," kata dia.
Kepolisian hingga kini berkesimpulan, tiga terduga teroris yang berusia sekitar 19 tahun ini adalah kelompok rekuitmen baru. Akan tetapi, ketiganya masih memiliki kaitan dan hubungan dengan jaringan teroris lama yang berkembang di Solo.
Anang enggan memaparkan secara detil orang-orang dari jaringan teroris lama yang berperan dalam aksi teror kelompok teroris muda ini. Ia hanya menyatakan, kelompok ini masih berkaitan dengan kelompok teroris Abu Sayyaf di Mindanao yang banyak berperan untuk menyelundupkan senjata dari Filipina.
Polisi berhasil menyita beberapa barang bukti dalam penangkapan tiga tersangka teroris ini yaitu sebuah pistol Pietro Beretta buatan Italia, tiga magasin, 43 butir peluru kaliber 9 mm merk Luger, dan 9 holopoint CBC 9 mm.
Polisi menangkap ketiga teroris karena diduga berperan dalam penyerangan tiga pos polisi di Solo yaitu Pos Pengamanan Mudik di Gemblekan pada 17 Agustus 2012, Pos Pengamanan Mudik di Gladak pada 18 Agustus 2012, dan Pos Polisi di Singosaren pada 30 Agustus 2012.
FRANSISCO ROSARIANS
JAT Bantah Terduga Teroris yang Tewas Anggotanya
Tersangka Peneror Solo Diperiksa di Jakarta
Pengamat: Teror Cenderung Meningkat pada September
Malam Ini, Otopsi Jenazah Terduga Teroris Selesai
Jenazah Terduga Teroris Diotopsi di RS Polri


Yahoo! OMG