Polisi Wanita Kanada Ajukan Gugatan Pelecehan Seksual

Ottawa (AFP/ANTARA) –Lebih dari 200 polisi wanita dan beberapa mantan polisi menuduh pelecehan seksual di tempat kerja dalam sebuah gugatan pada satuan kepolisian Kanada, dalam sidang yang dimulai pada Kamis.


Sidang yang dibuka oleh Mahkamah Agung British Columbia di Vancouver menyatakan gugatan yang diajukan Maret oleh Janet Merlo, seorang veteran Royal Canadian Mounted Police (RCMP) yang berusia 19 tahun, setelah beberapa wanita juga menuntut hal serupa, ujar pengacara David Klein.


Para wanita tersebut mengatakan bahwa mereka mengalami pelecehan seksual di tempat mereka bekerja.


Gugatan tersebut menyatakan “bahwa terdapat masalah dalam sistem,” ujar Klein, mengacu pada “masalah yang merundung RCMP dalam beberapa tahun terakhir, masalah-masalah yang seharusnya diselesaikan beberapa tahun yang lalu, masalah-masalah yang klien saya sekarang ingin perbaiki”.


Penyelesaian kasus tersebut dapat memakan waktu bertahun-tahun.


Beberapa pernyataan dari korban bermunculan di media Kanada. Para wanita tersebut menyatakan contoh pelecehan seksual yang dialami di antaranya adalah atasan yang meminta untuk melakukan hubungan seksual dan sesama perwira mengutarakan lelucon yang kasar.


Dalam gugatan Merlo, salah satu rekannya mengatakan di depan tunangannya, yang sekarang menjadi suaminya, “Janet sangat pendek karena kamu dapat menaruh enam kaleng bir di atas kepalanya sementara dia melakukan seks oral,” menurut laporan Globe dan Mail.


Mantan polisi berkuda Kanada Valerie MacLean mengatakan pada CBC bahwa pengawasnya berkata “jika saya bersikap ramah, jika kita memiliki hubungan, hal itu akan baik untuk karier saya karena dia yang berwenang memberi saya penilaian.”


MacLean mengatakan pada media penyiaran bahwa dia sudah mengadukan hal tersebut di banyak kesempatan, tapi “tidak ada yang berubah. Hal itu tidak bisa dihentikan.”


Tahun lalu, komisaris baru RCMP, Bob Paulson, berjanji untuk menindak pelecehan seksual dalam jajaran kepolisian. (dh/ik)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.