Polri Siap Usut Pemalsuan Dokumen Neneng Sri Wahyuni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri siap mengusut dugaan kasus pemalsuan sejumlah dokumen yang dilakukan Neneng Sri Wahyuni selama dalam pelariannya ke luar negeri.

Namun, untuk melakukan pengusutan tersebut, polisi tentunya masih menunggu proses hukum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap istri Mohammad Nazarudin tersebut.

"Untuk Neneng tergantung KPK, kasus ini sedang ditangani KPK, biarlah KPK menyelasikan dulu permasalahan yang lebih besarnya," jelas Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (19/6/2012).

Jelas Saud, bila KPK melimpahkan dalam hal pemalsuan Paspor atau dokumen lainnya, pihaknya akan menindaklanjutinya. "Kita posisinya menunggu saja," ujar Saud.

Sebelumnya KPK membekuk Neneng di rumahnya di Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (13/6/2012) setelah sebelumnya dikuntit dari Bandara Soekarno-Hatta. Neneng bisa masuk ke Indonesia melalu Batam dari Malaysia sampai akhirnya tiba di Jakarta dengan menggunakan pesawat.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengungkapkan jika dokumen yang dimiliki Neneng itu palsu. Hal itu ditegaskan lantaran paspor Neneng sudah dibekukan sejak ia dicekal ke luar negeri sejak tahun lalu.

Seperti diketahui, Neneng ditetapkan sebagai tersangka pada kasus korupsi pengadaan PLTS di Kemenakertrans. Pada 2008 itu Neneng diduga berperan sebagai perantara atau broker proyek. Proyek PLTS senilai Rp 8,9 miliar tersebut dimenangkan PT Alfindo yang kemudian disubkontrak kepada beberapa perusahaan lain.

Lihat Juga:

  • Biaya Studi Banding DPR ke Empat Negara Rp 2,...
  • Poempida: Kemenlu Tidak Punya Data WNI di Lua...
  • Anas Mundur Tidak Sesuai AD/ART
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah Anda percaya pengerjaan proyek MRT yang sudah resmi dimulai akan berjalan tepat waktu sesuai rencana?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat