INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menargetkan akan merampungkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang jual-beli listrik lintas negara pada pertengahan tahun ini.
Demikian disampaikan Dirjen Ketenagalistrikan KESDM, Jarman saat ditemui di Gedung Ketenagalistrikan, Jakarta, Jumat (24/2/2012). "Tentu jual-beli listrik ada regulasi khusus, dan ini yang sedang kita bahas. Mudah-mudahan saja paling cepat pertengahan tahun ini sudah jadi," kata Jarman.
Jarman mengatakan PP tentang jual-beli listrik negara itu isinya mengatur bagaimana aturan jual-beli listrik dari berbagai aturan dan persyaratan. Selain itu juga termasuk masalah emisi juga dimasukkan ke dalam Peraturan Pemerintah tersebut. "Kita belum bisa katakan seperti apa detilnya, karena belum resminya. Jadi kita kita tunggu saja PP itu keluar," ujar Jarman.
Sementara itu terkait pembangunan PLTU di Batam yang diperuntukkan jual-beli, pemerintah mengaku belum mendapat informasi lanjutan mengenai progressnya sudah sejauh mana. "Studi PLTU Batam yang diekspor ke Singapura masih jalan. Tapi saat ini saya belum dapat laporan hasilnya," pungkasnya.
Seperti diketahui, studi pembangunan PLTU tersebut dikerjakan oleh tim Independen dari investor Jepang. [cms]
TEMPO.CO , Jakarta:- Presiden Indonesia Air Traffic Controllers Association, I Gusti Ketut Susila, mengatakan bahwa meledaknya jumlah penerbangan murah dinilai ikut berperan besar dalam minimnya petugas di menara pengawas penerbangan (air traffic controller/ATC). Kondisi ini hampir dialami semua bandar udara di Indonesia. Maskapai murah membuat frekuensi penerbangan semakin tinggi, sedangkan jumlah petugas ATC tidak bertambah secara signifikan.


3 komentar