Penghargaan buat SBY

Pra studi JSS, Tomy Danai US$ 60 Juta  

  • Menlu Tolak Sebut Indonesia Bangkrutkan Peternak Australia

    Menlu Tolak Sebut Indonesia Bangkrutkan Peternak Australia

    Antara
    Menlu Tolak Sebut Indonesia Bangkrutkan Peternak Australia

    Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu), Marty Natalegawa, menolak menyebut langkah kebijakan kerja sama perdagangan Indonesia sebagai penyebab kebangkrutan para peternak sapi di Australia terutama bagian utara. "Terlalu jauh untuk mengatakan bahwa Indonesia sudah membuat peternak sapi Australia bangkrut," kata Marty di kantornya di Jakarta, Jumat. Menurut Marty, pendekatan kerja sama ekonomi sudah prinsip dasarnya adalah saling menguntungkan supaya bisa bertahan lama. ...

  • CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    Tempo
    CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    TEMPO.CO, Jakarta--Restoran cepat saji McDonald, lagi-lagi mendapatkan kritik karena menyasar anak-anak sebagai pangsa pasarnya. Kritik bertubi-tubi itu berlangsung dalam pertemuan pemegang saham tahunan McDonald Kamis, 25 Mei 2013.

  • Ke Pasar, Gita Wirjawan Belanja Bawang

    Ke Pasar, Gita Wirjawan Belanja Bawang

    Tempo
    Ke Pasar, Gita Wirjawan Belanja Bawang

    TEMPO.CO, Semarang - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan hari ini meresmikan Pasar Boja di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Di pasar yang baru selesai dipugar dengan dana Rp 4 miliar dari Kementerian Perdagangan itu, Gita menyempatkan diri berbelanja.

TEMPO.CO, Jakarta - Bos Artha Graha Network sekaligus Komisaris Utama PT Graha Banten Lampung Sejahtera, Tomy Winata, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan dana sekitar US$ 60 juta untuk membiayai pra studi kelayakan proyek Jembatan Selat Sunda. 

Dana itu masih ditambah dengan dana studi kelayakan yang perhitungannya belum selesai.

»Secara kasar, biaya yang kami keluarkan sejak awal, termasuk pre-feasibility, sekitar US$ 60 juta. Sedangkan untuk biaya studi kelayakannya belum dapat diketahui pasti,” kata Tomy seperti dikutip Majalah Tempo edisi 30 Juli 2012.

»Sampai saat ini kami belum menerima resmi perincian dan besaran ruang lingkup studi kelayakan yang diinginkan pemerintah,” ujar Tomy melalui surat elektronik yang dikirim oleh Wakil Presiden Direktur Artha Graha Network Wisnu Tjandra kepada wartawan Tempo, Agoeng Wijaya.

Nasib PT Graha Banten Lampung Sejahtera, konsorsium bentukan Artha Graha Network dan pemerintah Banten-Lampung untuk proyek Jembatan Selat Sunda, sedang dirakit ulang.

Kementerian Keuangan mempersoalkan penetapan mereka sebagai pemrakarsa dan pelaksana studi kelayakan proyek yang diperkirakan menelan dana triliunan rupiah itu. Para menteri yang tergabung dalam Tim Tujuh membicarakan kembali pengerjaan proyek itu secara maraton, mulai pekan lalu.

Tomy menilai berlarut-larutnya persoalan belakangan ini bisa meningkatkan risiko proyek. »Lembaga keuangan akan menerapkan persyaratan dan biaya yang lebih tinggi,” ujarnya.

RINA WIDIASTUTI

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat