Berburu Harta Luthfi

Pramono: Jangan Benturkan Isu SARA pada Pilkada

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Agus Nia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI, Pramono Anung mengatakan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) tidak perlu dibenturkan dalam memilih pemimpin.

"Kita sepakat bangsa ini bangsa yang majemuk, persoalan SARA tidak pernah dibenturkan. Bila dibenturkan menjadi kontraproduktif," kata Pramono.

Hal itu dikatakan Pramono ketika dimintai tanggapan soal pernyataan raja dangdut Rhoma Irama bahwa kampanye dengan mengusung isu SARA dibenarkan.

Hal tersebut disampaikan Rhoma saat memberikan ceramah salat tarawih di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu, (29/7/2012).

"Bila ulama membolehkan itu, bisa saja, tapi jangan pula mengkafirkan yang lain. Dalam pemilu yang dilihat bukan agama, tapi orang," kata Pramono menjelaskan.

Menurut dia, di daerah manapun bisa terjadi fenomena yang sama. Namun, yang harus disadari bangsa ini adalah bangsa yang majemuk

"Warga Jakarta memiliki tingkat rasionalitas yang tinggi, informasi lebih cepat didapat. Pemilih pasti sudah punya preferensi masing-masing," tutur Pramono.

Isu SARA makin berhembus kencang menjelang putaran kedua pemilihan gubernur DKI pada 20 September mendatang. Pada putaran kedua nanti, calon pasangan gubernur dan wakil gubernur DKi Jakarta Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli akan bersaing dengan calon pasangan lain, Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). 

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat