Prancis dan Rusia Ciptakan Kembali Pertempuran 1812

Borodino (AFP/ANTARA) – Ribuan aktor Prancis dan Rusia pada Minggu menciptakan kembali sebuah pertempuran 200 tahun di atas gerbang Moskow yang menyebabkan jatuhnya Napoleon dan kebangkitan semangat patriotik Rusia.


Presiden Vladimir Putin hadir untuk mengawasi perayaan besar itu setelah pemerintahannya menghabiskan dana sebesar 1,1 juta dolar Amerika (sekitar Rp10,5 miliar) untuk menggelar sebuah perayaan yang bukan hanya merupakan sejarah Rusia namun juga tonggak bagi kebangkitan militernya.


Prancis diwakili di lapangan Borodino yang terletak 120 kilometer (75 mil) sebelah barat Moskow oleh presiden Giscard d'Estaing dan 1.550 aktor yang mulai menarik pedang dengan 1.450 warga Rusia, di hadapan hampir 100.000 para penggemar sejarah.


Kepala staf Putin sebelumnya mendesak pihak berwenang Rusia agar menggunakan kesempatan itu untuk memperluas “pendidikan patriotik pemuda,” dan penampilan sepanjang hari itu disiarkan secara langsung di hampir seluruh televisi pemerintah.


Adegan pertempuran dalam perayaan beberapa pekan itu secara tidak resmi di mulai ketika 23 Cossacks berparade di atas kuda selama dua bulan di Paris, pada 12 Agustus.


Putin juga membuat Gereja Ortodoks Rusia semakin kuat yang merupakan bagian penting dari kesempatan tersebut, saat ia berusaha untuk memperkuat kedudukannya di dalam masyarakat. (ai/mp)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.