Presiden Ajak Publik "Vote" Komodo

Mataram (ANTARA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak semua menteri Kabinet Indonesia Bersatu II dan seluruh tamu undangan mengirimkan pesan singkat dukungan pada Pulau Komodo sebagai satu keajaiban dunia baru.

Hal itu dilakukan oleh Presiden secara tiba-tiba seusai meresmikan Bandara Internasional Lombok, NTB, Kamis pagi yang juga dihadiri oleh mantan wakil presiden Jusuf Kalla.

"Mari silahkan bersama-sama ketik komodo dan kirim 9818," kata Presiden seraya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendukung Komodo.

Kepala Negara berharap Komodo dapat menjadi salah satu keajaiban dunia baru.

Dalam beberapa waktu terakhir dengan dipelopori Jusuf Kalla dilakukan gerakan kampanye mendukung Komodo Indonesia yang menjangkau seluruh masyarakat Indonesia.

Pulau Komodo yang terletak di Nusa Tenggara Timur merupakan satu-satunya pulau di dunia yang dihuni oleh komodo yang disebut-sebut sebagai kerabat mahluk purba, dinausaurus.

Turut hadir dalam acara peresmian bandara internasional itu antara lain Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreaktif Mari Elka Pangestu, Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo dan Jaksa Agung Basrief Arief.

Hadir juga Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Menlu Marty Natalegawa, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Seskab Dipo Alam.


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.