Jakarta (ANTARA) - Peningkatan eskalasi politik di kawasan Timur Tengah khususnya di Suriah membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono prihatin sehingga akan segera berkomunikasi dengan Sekjen PBB Ban Ki-moon supaya masalah itu tidak meruncing menjadi konflik di kawasan.
"Nanti malam saya dijadwalkan berkomunikasi dengan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon tentang Syria," kata Presiden saat membuka sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden Jakarta, Kamis siang.
Presiden mengatakan permasalahan Suriah telah dibicarakan dengan sejumlah kepala negara dan kepala pemerintahan saat Presiden menghadiri KTT G-20 di Los Cabos, Meksiko dan juga KTT Pembangunan Berkelanjutan di Rio de Jenairo,Brazil pertengahan bulan ini.
Saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Yudhoyono mendiskusikan masalah perkembangan politik di Suriah dan juga bagaimana menyelesaian permasalahan disana terutama menghentikan bertambahnya korban jiwa dari masyarakat sipil.
"Rusia punya hubungan baik dengan Syria, didampingi dengan Menlu dan delegasi kami mendiskusikan hal tersebut. Intinya saya berharap Rusia dan negara lain bisa berperan menghentikan tragedi kemanusiaan di sana. Diskusi cukup lama 45 menit. Pandangan saya dengan Presiden Putin sama," kata Presiden Yudhoyono.
Pandangan yang dimaksud, kata Presiden, adalah yang paling penting menghentikan korban jiwa baru kemudian melakukan proses politik bila memang dikehendaki masyarakat Suriah.
Namun, kata Presiden Yudhoyono, diskusi dengan Presiden Putin dilakukan sebelum adanya insiden penembakan pesawat Turki oleh otoritas keamanan Suriah. Kepala Negara mengatakan mengikuti pidato Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, dan apa yang disampaikan Erdogan cukup keras.
"Saya ikuti pidato PM Erdogan, cukup keras, ada sumber yang mengatakan bisa terjadi perang. Saya tidak bisa membayangkan. Padahal di Syria sendiri ada semacam `perang saudara`, bila itu terjadi saya memikirkan bagaimana nasib saudara kita (warga Suriah-red) disana," kata Presiden.
Presiden juga menggarisbawahi pernyataan Presiden Suriah Bashar al-Assad yang mengatakan Suriah saat ini dalam kondiri perang dan harus menggunakan cara apapun untuk memenangkannya.
"Di dalam kaitan itulah saya akan menelepon Sekjen PBB, Dan masyarakat dunia tidak akan menjatuhkan tetapi untuk menghentikan kekerasan itu," kata Presiden. (tp)



Yahoo! OMG