Ulan Bator, Mongolia (ANTARA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak semua kalangan di Asia untuk meningkatkan kualitas demokrasi melalui pertukaran pengalaman antarnegara sehingga demokrasi yang berdampak positif bisa berkembang di kawasan.
Saat bertemu kalangan pegiat swadaya masyarakat Mongolia di Ulan Bator, Kamis, Kepala Negara mengatakan, Indonesia memiliki pengalaman mengenai perkembangan demokrasi dan terbuka untuk berdiskusi dengan semua kalangan dalam rangka menciptakan demokrasi positif yang memberikan benefit bagi seluruh masyarakat.
"Dalam beberapa tahun terakhir ini Indonesia dan Mongolia mendapatkan reputasi sebagai salah satu `champions of democracy`. Kita sebagai orang Indonesia dan Mongolia patut merasa bangga atas capaian ini. Ini mencerminkan upaya kita untuk terus mendorong peningkatan kualitas demokrasi baik di dalam negeri maupun di luar negeri," kata Presiden dalam forum yang dihadiri juga oleh Presiden Mongolia Tsakhia Elbergdorj.
Presiden menyatakan Indonesia telah melalui ujian demokrasi saat terjadi krisis pada 1997 yang kemudian berujung pada perubahan politik pada 1998. Seluruh sektor kehidupan mengalami penurunan namun perlahan seiring kerja keras semua kalangan saat ini Indonesia tumbuh menjadi salah satu negara demokrasi terbesar ketiga di dunia dan memiliki kinerja ekonomi yang baik.
Kepala Negara mengatakan semua itu tidak terlepas dari dampak positif berjalannya demokrasi sehingga memberikan pengaruh positif pada sektor lainnya.
"Pertumbuhan demokrasi di Mongolia telah mencipatakan antusiasme dan optimisme baik di dalam negeri maupun luar negeri. Optimisme itu karena kita melihat pembangunan demokrasi (di Mongolia-red) diikuti oleh pertumbuhan ekonomi tahunan yang mencapai 17,3 persen," kata Presiden.
Mongolia, kata Presiden, merupakan salah satu contoh bagaimana konsolidasi demokrasi dapat mendorong hasil yang positif bagi masyarakat.
"Indonesia mendukung sepenuhnya kontribusi Mongolia atas perkembangan demokrasi di kawasan maupun lainnya," kata Presiden.
Presiden mengatakan keikutsertaan Mongolia dalam forum Bali Democracy Forum merupakan salah satu bukti keikutsertaan negara tersebut dalam perkembangan demokrasi kawasan.
"Meskipun prinsip demokrasi merupakan hal yang universal namun kita tidak dapat mengesampingkan karakteristik dan nilai masing-masing dalam mengadopsi demokrasi. Ini merupakan inti dari demokrasi yang harus terus kita kedepankan," katanya.
Presiden menambahkan, "Banyak pelajaran yang bisa diambil dari berbagai negara termasuk dari Mongolia. Harapan kita adalah proses pembelajaran tersebut dapat memastikan perkembangan demokrasi di kawasan kita."
Sebelum bertemu dengan kalangan LSM di Mongolia, Presiden melakukan pertemuan dengan Presiden Mongolia Tsakhia Elbergdorj. Usai melakukan pertemuan dengan kalangan LSM, Presiden Yudhoyono secara berturut-turut bertemu dengan Ketua Parlemen Mongolia Z Enkhbold dan PM Mongolia Norovyn Altankhuyag.
Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Negara yang berada di Jantung kota Ulan Bator, Mongolia. Di Kompleks yang bersebelahan dengan lapangan Sukhbaatar tersebut merupakan pusat pemerintahan Mongolia dimana Presiden, Perdana Menteri dan Parlemen berkantor di kompleks yang sama dan gedung yang sama.
Pada Jumat pagi, Presiden dan Ibu Negara beserta rombongan dijadwalkan akan bertolak menuju Vladivostok Rusia, untuk menghadiri KTT APEC. Sebelumnya, pada Kamis Malam Presiden dan Ibu negara menghadiri jamuan makan malam kenegaraan yang diselenggarakan Presiden Elbergdorj dan Ibu Negara Mongolia.(ar)


