Presiden Kukuhkan 66 Paskibraka 2012

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono resmi mengukuhkan 66 pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) 2012. Putra dan putri Indonesia itu adalah para pelajar sekolah menengah atas dari 33 provinsi seluruh Indonesia. Pengukuhan itu dilakukan di Istana Negara pada Selasa (14/8).

Pengukuhan itu dipimpin oleh Devi Ayu Rahmawati. Ia merupakan siswi kelas 2 SMA dari Kepulauan Riau. Ia mewakili anggota menerima kendit dari Presiden SBY sebagai tanda pengukuhan. Presiden SBY pun sempat memberikan ucapan selamat kepada para anggota Paskibra.

Menurutnya, para paskibra yang hadir di Istana Negara dan mengemban tugas mengibarkan bendera telah diseleksi secara ketat dan menjalani latihan yang keras. Presiden menyakini, Paskibraka 2012 mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

“Selamat atas terpilihnya mewakili putra putri seluruh tanah air untuk mengemban tugas penting dan bersejarah. Laksanakanlah tugas yang mulia dan penuh kehormatan dan kebanggan sebaik-baiknya. Kalian dilatih dan saya yakin tugas dapat diemban dengan baik," katanya.

Ia mengatakan menjadi anggota Paskibraka 2012 bisa menjadi babak baru dan momen penting untuk membangun karakter para anggota. Menurutnya, mereka bisa menjadi pelopor dan contoh bagi persatuan bangsa Indonesia.

Hadir dalam acara pengukuhan ini sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. Di antaranya adalah Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menpora Andi Mallarangeng, Mendiknas M Nuh, Mensesneg Sudi Silalahi, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.

Para peserta Paskibraka ini akan bertugas mengibarkan dan menurunkan bendera pusaka pada upacara kebesaran kenegaraan puncak peringatan HUT ke-67 RI pada 17 Agustus 2012. Gladi kotor pengibaran bendera sendiri sudah mulai dilakukan di Istana Merdeka pada Selasa (14/8). Mereka akan kembali berlatih keesokan harinya di tempat yang sama.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat