Berburu Harta Luthfi

Presiden: Pemerintah Pacu Program Revitalisasi Industri Gula

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah terus meningkatkan pertumbuhan industri manufaktur dengan program revitalisasi industri gula nasional untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Hilirisasi industri sangat penting untuk meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri. Oleh karena itu, pemerintah telah membahas pentingnya meningkatkan kapasitas industri gula nasional," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada acara sidang kabinet terbatas di Kementerian Perindustrian Jakarta, Jumat.

Presiden Yudhoyono menilai bahwa memang diperlukan lahan yang tidak sedikit bagi pengembangan industri gula.

"Pemerintah akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mendapatkan lahan agar produksi gula yang dihasilkan lebih besar. Program revitaliasi industri gula mencakup regenerasi mesin produksi," paparnya.

Sedangkan Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan Presiden Yudhoyono meminta Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mencarikan lahan bagi program revitalisasi industri gula.

"Dibutuhkan lahan seluas 400.000 hektare untuk pengembangan industri gula nasional. Untuk satu pabrik gula, dibutuhkan lahan seluas 20 hektare," katanya.

Hidayat menambahkan, beberapa investor dari dalam negeri telah berminat untuk menanamkan modalnya di sektor industri gula.

"Saya mendapatkan komitmen dari investor nasional untuk membangun pabrik gula. Rencananya, pabrik tersebut akan didirikan di Sumatera dan Sulawesi," ujarnya. (tp)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.