Jakarta (ANTARA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pandangan Indonesia mengenai program pasca berakhirnya Millenium Development Goal`s 2015 mendatang dalam telekonferensi dengan Deputy Sekjen PBB Jan Elliason,
Dalam telekonferensi yang berlangsung di ruang pusat krisis gedung Bina Graha Kompleks Istana Presiden Jakarta, Rabu malam, Presiden menyampaikan agenda pasca berakhirnya MDG`s 2015 mendatang haruslah melingkupi semua kepentingan kalangan secara global dan mampu menggalang kerjasama global.
"Dalam opini saya agenda harus mendorong adanya global partnership, harus bisa menghilangkan kemiskinan dan meningkatkan kesejahateraan, karena kemiskinan bisa memacu perseteruan dan konflik," kata Presiden.
Kepala Negara mengingatkan saat ini dunia dihadapkan pada tantangan pemenuhan kebutuhan pangan dan juga energi serta infrastruktur untuk peningkatan kesejahteraan.
"Ketika ketahanan pangan dan energi sudah bisa mencukupi kita juga menghadapi tantangan berupa bahaya bencana alam," kata Presiden.
Karena itu Presiden menyerukan perlunya evaluasi pencapaian MDG`s. Program pasca MDG`s, kata Presiden juga harus berkaitan dan berkesinambungan dengan MDG`s serta mengakomodasi masukan baru sesuai dengan kebutuhan masing-masing benua dan negara secara global.
Dalam pengantarnya, Deputi Sekjen PBB Jan Elliason mengatakan diskusi melalui telekonferensi ini merupakan salah satu upaya untuk meminta masukan dari panel pemangku kebijakan program pasca MDG`s 2015.
"Saya sangat senang karena panel ini diisi oleh sosok yang memiliki kualifikasi yang tinggi," kata Elliasson.
Telekonferensi yang berlangsung selama 45 menit hingga 1 jam tersebut mendengarkan masukan dari Presiden Yudhoyono, Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf dan PM Inggris David Cameron.
Presiden didampingi oleh sejumlah Menteri antara lain Menko Kesra, Menko Perekonomian, menteri terkait dan juga utusan khusus Presiden RI untuk MDGs Nina Moeloek dan sejumlah pejabat lainnya. (ar)


