Kabut Asap

Prodi Ditunjuk Sebagai Utusan PBB untuk Sahel

PBB (AFP/ANTARA) – Mantan perdana menteri Italia, Romano Prodi, ditunjuk oleh Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, sebagai utusan khusus baru untuk wilayah Sahel yang dilanda masalah, PBB mengumumkan pada Selasa.


Prodi akan bertanggungjawab dalam mengkoordinasi upaya PBB untuk mengakhiri dan menerapkan strategi integrasi regional di tepi selatan Gurun Sahara, ujar juru bicara PBB, Martin Nesirky.


Ban “mengharapkan kepemimpinan Tn. Prodi dalam membentuk dan memobilisasi sebuah respon PBB dan internasional yang efektif terhadap krisis kompleks yang dihadapi negara-negara dan masyarakat di wilayah ini,” ujar Nesirky.


Prodi, yang diusulkan oleh Ban, pada Selasa memperoleh dukungan resmi untuk jabatan barunya itu setelah tidak ada satupun dari 15 anggota Dewan Keamanan yang menolak penunjukan tersebut.


Keputusan dalam menunjuk seorang utusan khusus untuk Sahel dilakukan dalam sebuah pertemuan tingkat tinggi mengenai situasi di wilayah tersebut dan Mali, yang diselenggarakan pada akhir September di sela-sela Majelis Umum PBB.


Beberapa kandidat lain yang dikaitkan dengan jabatan tersebut di antaranya adalah Said Jinnit, seorang warga Aljazair yang mewakili Ban di Afrika Barat, dan mantan presiden Nigeria, Olusegun.


Prodi (73) merupakan perdana menteri Italia pada 1996 hingga 1998 dan pada 2006 hingga 2008. Dia juga merupakan presiden Komisi Eropa pada 1999 hingga 2004.


Bamako dan negara-negara tetangga Afrika Barat menginginkan PBB untuk memberikan izinnya dalam melakukan intervensi oleh militer Afrika di sebelah utara Mali, yang dikendalikan oleh kelompok ekstremis Islam. (dh/ai)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat