TEMPO.CO, Jakarta - PT Len Industri (Persero) menggandeng PT Pertamina (Persero) untuk membangun sel pembangkit listrik tenaga surya atau solar cell di Indonesia. Menurut Direktur Utama Len Industri Wahyuddin Bagenda, nilai investasi proyek tersebut mencapai US$ 46 juta atau sekitar Rp 434,9 miliar.
"Proyeknya sudah berjalan dan ditargetkan beroperasi pada Juli 2013," kata Wahyuddin seusai sertifikasi uji kelaikan operasi Sistem Interlocking Len (SIL 02) di Sari Pan Pacific, Senin, 6 Agustus 2012.
Wahyudin mengatakan pabrik perakitan sel surya berada di wilayah Karawang, Jawa Barat. Pabrik tersebut akan memproduksi kristalin silikon yang bisa menghasilkan daya listrik 60 megawatt per tahun. Kebutuhan dana pembangunan pabrik itu, kata dia, 60 persen dipenuhi oleh pinjaman perbankan. Sisa 40 persen pendanaan berasal dari kas internal Len dan Pertamina.
Len dan Pertamina, kata Wahyudin, akan mendirikan perusahaan patungan atau joint venture. Porsi kepemilikan Len mencapai 51 persen, sedangkan Pertamina menguasai 49 persen saham. "September mendatang, perusahaan patungan itu mulai menggarap pembangunan pabrik solar cell," katanya.
Hingga semester I 2012, Len Industri mengantongi kontrak senilai US$ 300 yang berasal dari sektor transportasi, energi, serta navigasi. Wahyuddin menyatakan, Len menargetkan penjualan sebesar US$ 180 juta dengan 3 persen margin laba bersih.
Pencapaian ini salah satunya didukung oleh sertifikasi SIL 02 dari Kementerian Perhubungan. SIL 02 ialah produk Len di bidang persinyalan kereta api yang telah digunakan di perlintasan Jawa dan Sumatera.
MARIA YUNIAR
Beli Bir Bintang, Heineken Incar Pasar Asia
BPS : Orang Indonesia Makin Sejahtera
1 Juta Buruh Ancam Mogok Pasca-Lebaran
Di Masa Depan, Kartu Debit Gantikan Kartu Kredit
Samudera Sukardi Mundur Dari Pacific Royale
Survei: Konsumsi Rokok Lebih Tinggi Ketimbang Susu


