INILAH.COM, Jakarta – IHSG siang kembali terkoreksi akibat aksi profit taking investor terhadap saham-saham unggulan.
Pada perdagangan Kamis (29/11/2012) sesi pertama, IHSG ditutup melemah 9,599 poin 90,22%) ke level 4.295,224. Demikian indeks saham unggulan LQ45 yang jgua turun 2 poin (0,27%) ke level 733,877.
Perdagangan didukung volume transaksi sebesar 4,203 juta lot saham, senilai Rp2 triliun dan frekuensi 75.629 kali. Sebanyak 121 saham turun, 93 naik dan 107 tidak berubah.
Hampir semua sektor melemah, kecuali sektor industri dasar dan konsumer yang masih positif. Sektor aneka industri memimpin koreksi sebesar 2,2%. Disusul sektor tambang 0,8%, infrastruktur 0,5%, perkebunan 0,3%, serta sektor manufaktur dan perdagangan yang turun 0,16%,
Koreksi bursa didukung aksi jual asing, dengan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) tercatat sebesar Rp47 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp822 miliar dan transaksi beli mencapai Rp775 miliar.
Beberapa emiten yang melemah antara lain Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 14.600, United Tractor (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 17.200, Duta Pertiwi (DUTI) turun Rp 250 ke Rp 2.700, dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 200 ke Rp 7.200.
Sedangkan emiten-emiten lain yang menguat antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 550 ke Rp 52.550, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 500 ke Rp 57.000, Unilever (UNVR) naik Rp 300 ke Rp 26.600, dan Multi Prima (LPIN) naik Rp 250 ke Rp 8.000.
Koreksi IHSG anomali dengan penguatan bursa regional. Indeks Komposit Shanghai naik 2,02 poin (0,10%) ke level 1.975,54, indeks Hang Seng menguat 233,94 poin (1,08%) ke level 21.942,92, indeks Nikkei 225 menguat 71,49 poin (0,77%) ke level 9.379,84 dan Indeks Straits Times naik 27,25 poin (0,90%) ke level 3.039,02. [ast]


