Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI masih belum bersikap terkait kelanjutan proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT), KARENA Pemprov DKI masih mengkaji desain pembangunan MRT agar tidak mengorbankan GOR Lebak Bulus.
"Kita tidak perlu mengorbankan sebuah GOR Lebak Bulus," kata Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama. kepada wartawan di Balaikota, Rabu (21/11) malam.
Ia mengatakan, perubahan desain proyek MRT dengan membongkar GOR Lebak Bulus hanya menambah pekerjaan rumah.
"Padahal, sebelum GOR Lebak Bulus dibongkar, syarat yang harus dipenuhi harus ada pengganti. Mau bangun GOR lagi di mana" paparnya.
Sehingga, menurut Ahok, pembangunan MRT sebaiknya dikembalikan sesuai desain awal.
"Kami konsisten. Jika mengubah desain baru harus ada alasan yang tepat. kalau tidak ada alasan, Pak Gubernur tidak bisa loloskan," tuturnya.
Proyek pembangunan moda transportasi massal MRT terdiri dari dua koridor yakni selatan-utara (Koridor Lebak Bulus-Kampung Bandan) dan koridor timur-barat, dari timur Jakarta-Balaraja dengan panjang 110,8 km.
Proyek MRT merupakan kerja sama antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Jepang.
Proyek ini diperkirakan menelan biaya sebesar 120 miliar yen atau setara Rp 15 Triliun yang dibiayai melalui biaya pinjaman dari Japan International Coorporation Agency (JICA). (jk)



Yahoo! OMG