PSSI Dicurigai Beri Laporan Palsu ke Imigrasi

INILAH.COM, Jakarta - PSSI dianggap telah melanggar peraturan dengan membuat paspor baru untuk Titus Bonai, sementara paspor sang pemain masih berada di klubnya, Persipura Jayapura.

Persipura memang tidak mengizinkan pemainnya untuk bergabung dengan skuad Timnas untuk turnamen persahabatan An-Nakba di Palestina selama pertengahan Mei ini. Klub pun menahan paspor sang pemain.

Tak kehilangan akal, PSSI kubu Djohar Arifin Husin pun mengurus paspor baru untuk Tibo, julukan sang pemain. Ketua umum PSSI versi KLB Ancol, La Nyalla Mattalitti, menilai tindakan kubu rivalnya itu melanggar peraturan.

“Pertama yang perlu dijelaskan dasar hukum adanya paspor baru bagi WNI yang masih berlaku paspornya,” ungkap La Nyalla lewat pesan singkatnya. “Seandainya lahirnya  paspor baru dengan alasan paspor yang lama hilang, maka ada dugaan atau patut di duga telah terjadi perbuatan keterangan palsu.”

“Kedua, bahwa paspor baru (hanya bisa dibuat) untuk mereka yang belum ada paspornya atau buat mereka yang pasportnya telah berakhir,” lanjutnya.

Menurut La Nyalla, apapun alasannya, tak dibenarkan bagi seorang Warga Negara Indonesia untuk membuat paspor baru sementara ia sendiri masih mempunyai paspor yang masih berlaku.

Karena itu, ia meminta pihak imigrasi menjelaskan secara terbuka dasar hukum penerbitan paspor baru bagi WNI yg masih berlaku paspornya , jika tidak ada, ini akan menimbulkan diskriminasi hukum karena ada WNI yang diistimewakan.

“Harusnya semua pihak taat hukum dan bukan menyiasati aturan hukum. Para pemimpin harus memberikan teladan dan contoh yang baik bagi masyarakat bagaimana mentaati hukum,” tandasnya.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.