INILAH.COM, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa optimistis target penerimaan negara tidak akan goyah meskipun ada kebijakan kenaikan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dari Rp15,84 juta per tahun menjadi Rp24 juta per tahun.
"Kenaikan PTKP dari Rp15,84 juta menjadi Rp24 juta itu sudah saya bicarakan dengan Menteri Keuangan, jadi kita sudah hitung semua, tidak akan mengganggu secara keseluruhan penerimaan negara. Walaupun terjadi pengurangan pemasukan dari sisi itu saja sekitar Rp12 triliun, tetapi akan tertutup pendapatan negara dari sektor lain," papar Hatta di Jakarta, Senin (30/4/2012).
Menurut Hatta, potensi berkurangnya penerimaan negara dari pajak penghasilan (PPh) ini bisa tertutupi dari pos penerimaan lainnya yaitu royalti tambang. "Lebih, kita akan lebih dari itu. Kalau melihat potensi pendapatan jangan lihat satu sisi, satu sisi kita kehilangan Rp12 triliun, tapi sisi lain PNBP (penerimaan negara bukan pajak) akan meningkat. Purchasing power juga meningkat karena belanja buruh meningkat, itu menggerakkan perekonomian dari sisi konsumsi," jelasnya.
Ia mengatakan, penaikan PTKP sudah merupakan keputusan pemerintah. Namun saat ini, menteri keuangan masih harus berkonsultasi dengan DPR. “Saya kira DPR akan menyetujui guna meringankan beban pekerja kita, semua sudah siap," tuturnya. [tjs]
TEMPO.CO , Jakarta:Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, mengatakan Garuda malah ingin terus berbenah ketika mendapatkan bintang 4 pada rating Skytrax. Salah satunya adalah penambahan rute dan pesawat baru. "Ada 24 unit pesawat baru tahun ini," ujar dia ketika dihubungi Tempo hari ini, Sabtu, 25 Mei 2013.


