Penghargaan buat SBY

PTPN X Siapkan Rencana Masuk Pasar Modal

  • Dapat Bintang 4, Garuda Tambah Rute Baru

    Dapat Bintang 4, Garuda Tambah Rute Baru

    Tempo
    Dapat Bintang 4, Garuda Tambah Rute Baru

    TEMPO.CO , Jakarta:Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, mengatakan Garuda malah ingin terus berbenah ketika mendapatkan bintang 4 pada rating Skytrax. Salah satunya adalah penambahan rute dan pesawat baru. "Ada 24 unit pesawat baru tahun ini," ujar dia ketika dihubungi Tempo hari ini, Sabtu, 25 Mei 2013.

  • Ini Dasar Penyegelan 12 Sumur Petro China

    Ini Dasar Penyegelan 12 Sumur Petro China

    Tempo
    Ini Dasar Penyegelan 12 Sumur Petro China

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjungjabung Timur, Aripuddin, mengatakan PT Petro China menolak membantu bahan baku hasil gasnya untuk program pembangunan Perusahaan Listrik Tenaga Gas. Program ini digagas Bupati Tanjungjabung Timur Zumi Zola.

  • Merpati Masuk 20 Maskapai Terburuk di Dunia

    Merpati Masuk 20 Maskapai Terburuk di Dunia

    Tempo
    Merpati Masuk 20 Maskapai Terburuk di Dunia

    TEMPO.CO, Jakarta -Konsultan periset maskapai penerbangan, Skytrax merilis rating 20 maskapai terburuk di dunia. Salah satu yang masuk dalam daftar itu adalah maskapai penerbangan Indonesia, Merpati Nusantara Airlines.

Surabaya (ANTARA) - PT Perkebunan Nusantara X (Persero) sedang menyiapkan rencana untuk masuk ke pasar modal, dalam upaya mencari dana segar yang digunakan mendukung sejumlah program pengembangan usaha.

Direktur Keuangan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X Dolly P Pulungan kepada wartawan di Surabaya, Senin mengatakan, rencana masuk pasar modal ditargetkan bisa direalisasikan pada 2014 atau paling lambat 2015.

"Semua sedang kami kaji, apakah mekanisme pencarian dana segar itu melalui penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO), penerbitan emisi obligasi, medium term notes (MTN), atau produk pasar modal lainnya. Kami juga telah menyewa konsultan keuangan untuk mengkaji rencana tersebut," paparnya.

Selain mencari dana untuk ekspansi bisnis, lanjut Pulungan, rencana masuk pasar modal juga bertujuan meningkatkan tata kelola perseroan menjadi lebih baik, transparan, kredibel, dan akuntabel.

Sejumlah rencana pengembangan usaha yang menjadi agenda BUMN perkebunan dengan bisnis utama gula itu, antara lain optimalisasi kapasitas giling pabrik gula, pembangunan pabrik gula baru yang terintegrasi di Pulau Madura, dan perluasan areal lahan budi daya tanaman tebu.

Selain itu, tambah Pulungan, perseroan juga berencana memperkuat bisnis nongula, seperti program "co-generation" dengan memproduksi listrik dari bahan baku ampas tebu, pabrik bioetanol, pupuk organik, hingga pembelian saham milik PT Mitra Tani 27 (produsen kedelai berkualitas ekspor).

"Salah satu anak usaha perseroan yakni pabrik plastik PT Dasaplast, rencananya juga diperbesar. Hingga kini, kami masih menghitung target perolehan dana jika nantinya masuk pasar modal," tambahnya.

Menurut ia, kinerja keuangan PTPN X terus tumbuh dan tahun ini ditargetkan mampu membukukan laba lebih dari Rp250 miliar atau naik dibanding pencapaian laba sebelum pajak pada 2011 sekitar Rp210 miliar.

Meningkatnya kinerja itu salah satunya berkat program efisiensi yang dilakukan, terutama dalam biaya konsumsi bahan bakar, dari sebelumnya mencapai Rp128 miliar pada 2008 menjadi hanya Rp8 miliar pada 2011 dan tahun ini diperkirakan konsumsi bahan bakar tinggal Rp4 miliar.

Sementara dari sisi produksi gula, PTPN X yang kini mengelola sebanyak 11 pabrik gula mencatat total produksi pada 2011 sebanyak 446.493,57 ton. Sedangkan produksi gula pada giling tahun ini ditargetkan bisa menembus angka 525.000 ton.

Bahkan dari 11 pabrik gula itu, tiga di antaranya masuk jajaran lima besar pabrik gula penghasil rendemen tertinggi di atas 8,5 persen, yakni PG Ngadiredjo, Pesantren Baru (kedua di Kabupaten Kediri), dan PG Modjopanggoong Tulungagung.

Dolly Pulungan menambahkan, hingga kini total aset PTPN X mencapai lebih dari Rp2,7 triliun dengan ekuitas sebesar Rp1,4 triliun.

"Hingga 2015, aset perusahaan diperkirakan meningkat menjadi Rp4 triliun dan ekuitas mencapai Rp2,4 triliun," katanya. (tp)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat