Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    Pudarnya Kegarangan Dewan Terkait Pembelian Leopard

    BERITASATU.COM - Ada kesan DPR kini berangsur melunak terkait tank Leopard.

    Hari berganti hari, pekan berganti pekan, kegarangan Dewan, khususnya sejumlah anggota Komisi I, terkait penolakan atas rencana Kementerian Pertahanan RI membeli main battle tank dari Belanda sebanyak 100 unit terkesan mereda. Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddik pun bicara soal syarat yang harus dipenuhi Kemenhan dan TNI.

    Syarat pertama yang diajukan Mahfudz adalah adanya kebutuhan atas jenis tank tersebut. Lalu, adanya jaminan tidak akan ada embargo pemeliharaan dan suku cadang di masa mendatang, serta adanya alih teknologi (transfer of technology) dalam pembelian tersebut.

    "Kalau Mabes TNI tetap meminta Leopard bekas itu, Komisi I harus diyakinkan secara teknis dan politis. Kalau hal itu tak dipenuhi oleh tim negosiasi Mabes TNI, maka lebih mending beli yang baru walau jumlahnya menjadi separuhnya," kata Mahfudz di Jakarta, akhir pekan lalu.

    Sebelumnya, sejumlah anggota Komisi I memang mempertanyakan alasan teknis pembelian tank Leopard bekas dari Belanda. Sebab, main battle tank (MBT) seperti Leopard sebenarnya hanya cocok untuk wilayah perkotaan dengan kontur jalanan aspal mendatar.

    Pasalnya, tank leopard berbobot hingga 63 ton dan sulit untuk dipindahkan apabila dibutuhkan di wilayah perbatasan yang rentan diserang militer asing.

    Pihak Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan Mabes TNI sendiri sudah menyatakan, bila pembelian dilakukan maka direncanakan untuk meletakkan ratusan tank itu di dua kota besar Indonesia, yakni Jakarta dan Surabaya.

    Kontan hal itu sempat memicu kecurigaan bahwa keberadaan tank itu diadakan bukan demi menahan kemungkinan serangan militer. Malainkan, menghalau kemungkinan demonstrasi mengkritisi pemerintah.

    Resistensi terhadap rencana pembelian tank itu juga dilontarkan sejumlah orang di Parlemen Belanda. Penolakan itu disebut-sebut muncul lantaran track record Pemerintah Indonesia yang dianggap buruk di bidang penegakan HAM.

    Konon tudingan itulah yang menimbulkan ketakutan Komisi I DPR. Bahwa kelak, proses jual beli akan berujung embargo peralatan dan suku cadang.

    Walau begitu Mahfudz sendiri memprediksi bahwa Kemenhan dan Mabes TNI akan mati-matian berusaha bekerja keras mengegolkan rencana pembelian tank Leopard itu. Termasuk mengegolkan klausul yang diinginkan oleh Komisi I DPR.

    "Kita tidak mau ada benturan di belakang hari. Jadi silakan saja TNI menjajaki semuanya," tuturnya.

    Barter proyek

    Di tengah silang pendapat terkait pengadaan tank dengan sistem, baik model Leopard 2A4 dan Leopard 2A5, yang telah dilengkapi dengan pengontrol penembak digital, meriam utama 120 mm dengan kestabilan tinggi, senapan mesin koaksial, serta kelengkapan yang membidik pada malam hari itu merebak kabar bahwa sesungguhnya kini tengah berlangsung barter proyek terkait pengadaan Leopard.

    Sejumlah politisi dan makelar senjata diisukan sedang berusaha 'bermain'dalam proses pembahasan RUU Keamanan Nasional (Kamnas) dan pengadaan tank Leopard yang kontroversial. Isu itupun beredar cepat.

    Seorang sumber di Parlemen yang menolak disebutkan namanya menyatakan, seorang petinggi partai koalisi pemerintah berinisial SH, menjadi salah satu yang paling sibuk menjalankan lobi itu. Klausul yang diperjuangkan para politisi itu adalah agar pengadaan tank Leopard dimakelari oleh kelompoknya.

    Imbalnya adalah DPR dipastikan segera meloloskan RUU Kamnas yang menjadi salah satu legislasi prioritas Kemenhan RI. "Jadi RUU ditransaksikan dengan proyek tank leopard," kata sumber itu di Jakarta.

    Selama ini, yang paling keras menolak substansi RUU Kamnas adalah pihak Kepolisian RI, yang rajin melobi sejumlah anggota DPR demi penolakan RUU tersebut.

    Konon, demi memastikan penolakan dari Polri terhenti, ujar dia, kelompok itu disebut mengancam Kapolri Jenderal Timur Pradopo agar segera menginstruksikan Polri mendukung RUU Kamnas.

    "Sebagai alat ancaman, adalah informasi soal kecenderungan perilaku Kapolri akan diblow up ke media massa, seandainya Kapolri tidak mau nurut," tutur sumber itu.

    Selain itu, si sumber juga mengaku mendapat informasi bahwa salah satu fraksi besar pendukung pemerintah sudah sepakat ikut dengan kelompok gabungan politisi dan makelar senjata ini," imbuhnya.

    PEDOMAN KOMENTAR

    Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

     

    133 komentar

    • Ashad  •  3 bulan yang lalu
      SAAT UANG RAKYAT BUAT JALAN2 KE LN SEMUA PD DIAM,, SAAT BELI KURSI SEMUA TENANG,,SAAT BETULIN TOILET,,ASYIK AJA,,,SAATNYA LEMBAGA LAIN NGELUARIN DANA BUAT KEPENTINGN MENJAGA KEDAULATN & HRGA DIRI BANGSA SEMUA PD CARI ALASAN MNG ATS NAMAKAN RKYAT,,,,ANEH KAN WAKIL KITA..?
      • fajar pagi 3 bulan yang lalu
        tidak aneh bro dan kelihatannya itu pekerjaan utama anggota dpr saat ini bukan membuat undang2.....itu mah duitnya kecil ........ tapi jual beli persetujuan nah uangnya lumayan kan bisa buat beli rumah, kendaraan mewah dan nyekolahin anak diluar negri serta kawin lagi atau pelihara istri siri 3 ekor...............ck....ck...ck
      • Puteri 3 bulan yang lalu
        Kurang setoran nya kale gan....
      • KETUT 3 bulan yang lalu
        DPR R.I. TERIAK2 APABILA : SETORAN KURANG, ALMAMATER DIUSIK, FASILITAS DIPANGKAS, untuk membela rakyat JANGAN HARAP.
    • hamba  •  3 bulan yang lalu
      tolonglah semuanya sadar dan mulai berpikir untuk yg terbaik buat bangsa ini, jangan semua keputusan selalu harus melalui kepentingan polittik dan kepentingan sebagian orang sehingga negara makmur ini terkesan dipimpin oleh orang orang dungu pengambil keputusan, malu dg negara tetangga yg bisa maju
    • Setyo  •  3 bulan yang lalu
      kenapa gak buat beli senjata antitank ajah sih...tank itu daya tembaknya kan cuma 6km...dah gitu bisa diancurin anti tank yang harganya cuma 1/10 kali harga tank....
      • Dody 3 bulan yang lalu
        Justru yg namanya "anti" itu justru lebih mahal bro. Sebab teknologinya harus lebih maju dari pada tanknya.
      • kensama 3 bulan yang lalu
        senjata antitank jarak tembaknya berapa hayo? dibandingkan tank yang 6 km, berapa banyak senjata antitank yang harus dipake buat melumpuhkan MBT coba?
      • rangga 3 bulan yang lalu
        point blank wannabe...
    • Monx  •  3 bulan yang lalu
      Kasihan deh bangsaku.Debatnya nggak karu-karuan.
    • alen  •  3 bulan yang lalu
      beli tank sama kapal selam yg banyak... dan taro di wilayah2 strategis dan wilayah perbatasan... jaga kedaulatan nkri... uangnya jangan dikorupsi mulu... capek dey... nanti pulau hilang baru dey kyk orang kebakaran jenggot...
    • SIMILIKITHI  •  3 bulan yang lalu
      Memang semakin banyak aknum anggota DPR yang BERMENTAL DAN BERAKHLAK BEJAT.....Yang hanya mementingkan KEPENTINGAN PRIBADI DAN KELOMPOKNYA SAJA,Bangsat betul orang orang tersebut.
    • P4k Guru  •  3 bulan yang lalu
      mestinya diintensifkan industri strategis seperti PINDAD untuk membuat sendiri alutsita yg handal tai denga biaya terjangakau, kalu beli jadi dari orang lain pasti kan mahal, orang jual pasti profit taking
    • saptono adjie  •  3 bulan yang lalu
      Coba para pemimpin bangsa ini sadar diri yach...? Mungkin bangsa nya kelak 1000 thn lagi bisa menikmati hidup makmur loh jinawi...,bukan hanya hutang-piutang saja yang ditinggalkan para pendahulu bangsa ini..... Urusan belanja negara saja yang notabene utk melindungi wilayah negeri dan bangsanya, knp mesti harus ada kepentingan2x bagi kelompok nya sih....? Biung....biung...apa salah bunda mengandung ?
    • khalidz  •  3 bulan yang lalu
      emang dari dulu alutsista militer bangsa ini selalu ditentukan oleh satu hal,POLITIK.tahun '60an bangsa kita yg terkuat di asia tenggara namun kemudian menjadi yg terlemah setelah adanya keputusan politik membeli peralatan dari barat dengan syarat alutsista dari soviet yg masih baru itu digrounding semua.sekarangpun rencana pembelian alutsista selalu dipengaruhi oleh keputusan POLITIK.ujung2nya TNI yg pusing.sungguh ironis
    • Bima  •  3 bulan yang lalu
      bikin tank SMK!!... eh... gak bisa ya?
    • herman  •  3 bulan yang lalu
      Kasihan negarku.kedaulatan dan keamanan negara dipertaruhkan demi ambisi pribadi dan kelompok.keamanan dan kedaulatan di lahirkan berdasarkan lobi dan uang.
    • yudhi  •  3 bulan yang lalu
      gimana mau maju indonesia, apa2 semua diimport giliran kena embargo cuma bisa gigit jari doang..saya yakin putra-putri bangsa indonesia bisa berkarya dan bisa bersaing dengan produk luar negeri..
    • Azhar  •  3 bulan yang lalu
      GARANG KARNA INGIN MINTA BAGIAN ,,
      KALO PERSENAN UDA COCOK PASTI PUDARLAH
      HAHAHAHA
    • Setyo  •  3 bulan yang lalu
      kok dimana2 yang diuntungkan makelar....mending makelar motor mobil...tedak merugikan masyarakat dan negara...
      • Andi .M 3 bulan yang lalu
        harap anda tahu,setiap pembelian senjata tidak langsung kenegaranya pak, selalu melalui calo,lebih lagi dulu kita di embargo militer jadi pasti melalui calo. Herannya kenapa di beritakan kita sendiri uda bisa buat lokal kenapa masih beli bekas lagi dari luar negri....
      • kensama 3 bulan yang lalu
        kalo pembelian Tank Leopard 2A6 langsung ke negaranya bro. soalnya ini barang punya pemerintah Belanda, jadi G to G. jadi minim calo, makannya DPR ribut. coba pake calo DPR gak bakalan ribut, tuh contohnya pembelian alutsista era Megawati, jadinya dapet barang kualitas paling bawah. CMIIW
    • cimond  •  2 bulan yang lalu
      INDONESIA ADALAH NEGARA MARITIM, HAMPIR SELURUH PERBATASAN NEGARA KITA DENGAN NEGARA LAIN DIBATASI OLEH LAUTAN ....NAH JIKA PENGADAAN ALUSTITA DEMI MEMPERTAHANKAN KEUTUHAN AN KEDAULATAN NKRI , MAKA TIDAK TERLALU BERLEBIHAN JIKA PEMERINTAH JUGA HARUS MEMIKIRKAN PENAMBAHAN PERALATAN GUNA MEMPERKUAT PERBATASAN TERUTAMA DIWILAYAH LAUTAN, CONTOHNYA : KAPAL PERANG YANG MUMPUNI, KAPAL SELAM YANG DAPAT MENDETEKSI KEKUATAN LAWAN HINGGA JARAK YANG JAUH, SERTA PERALATAN LAIN YANG DAPAT MENDETEKSI KAPAL ASING YANG DAPAT MENYUSUP MELALUI PERAIRAN LAUT /// HAL INI SAYA KIRA SANGAT PERLU / KARENA SELAMA INI KAPAL IKAN ASING SAJA SUDAH SERING MENCURI IKAN - IKAN KITA / TAPI KITA IDAK DAPAT BERBUAT BANYAK ....LALU JIKA ALASAN UNTUK MEMPERTAHAN KAN KEDAULATAN NKRI DAN KITA TAU KEKUATAN DIWILAYYAH PERBATASAN LEMAH , KNP KITA SEMUA TIDAK BERFIKIR UNTUK MELAKUKAN PENGADAAN PERTAHANAN LAUT SAJA KAN SUDAH JELAS KEBUTUHAN DAN KEPENTINGANYA ???? TERIMAKASIH ....SEMOGA PEMIKIRAN INI DAPAT MENJADI PERTIMBANGAN SEMUA PIHAK ...SEMOGA MERAH PUTIH TETAP BERKIBAR.....MERDEKA.!!!!!!!!!
    • Asmuri A  •  3 bulan yang lalu
      Mendingan bikin sendiri lah. Kapal perang, pesawat, heli saja sudah bisa bikin sendiri kenapa harus membeli tank bekas pak menhumkam? saya pernah baca sebuah email di mana menhumkan ditawari HOVERCRAFT buatan anak bangsa antara tahun 2004-2007, tapi apa jawaban menterinya saat saat diminta komentar tentang produk hovercraft tersebut? "You bayar berapa sama saya??!!!"

      Hebat 'kan menteri kita saat itu? Apa yang baru ini juga punya mental seperti itu?
    • Neo  •  3 bulan yang lalu
      haiyaaa kalo beli tank lusia untung sama komisi owe tipis, mending beli bekas untung sama komisi owe lumayan buat 7 tulunan anak cucu owe!!
    • Alyosha  •  3 bulan yang lalu
      indonesia belom bisa buat MBT om, andai kata bisa itu pun taon 2020, keknya keburu perang duluan sebelom jadi
    • Silvanus Adiwiyoto  •  3 bulan yang lalu
      Pertahanan NEGARA INDONESIA HARUS KUAT ,indonesia harus DISEGANI oleh bangsa sekitar,seperti jaman Sukarno tempo dulu PROJECT LEOPARD harus DIREALISASI .dengan harga mati.
    • Dian Audrylia  •  3 bulan yang lalu
      @vandu: komentar anda tanpa didasari pengetahuan yang lebih mendalam, singapore negara seipriit gitu aja punya 130unit MBT leopard, sebagian di simpan di taiwan. dan yang singapore miliki itu juga bekas, leopard vers 2a4 evoluion tapi mereka tingkatkan lagi kemampuannya. versi yang indonesia dapatkan ini adalah versi yang lebih canggih dari singapore atau MBT punya malaysia. kalo indonesia beli ini, indonesia jadi satu2nya negara asia tenggara yang punya leopard 2a6 di asia tenggara, leopard itu mbt tercanggih di dunia. yang menolak itu alasannya karena gak kebagian jatah dan berusaha melemahkan militer indonesia. MIRIS..