Moskow (AFP/ANTARA) - Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan kunjungan mendadak ke lokasi terjadinya banjir paling mematikan di era pasca-Soviet dan menegur pejabat yang kemungkinan menipunya terkait respon mereka terhadap bencana.
Perjalanan Putin Minggu malam ke kota selatan Krymsk bertepatan saat media berspekulasi tentang peringatan yang tidak cukup terhadap bencana. Perjalanan tersebut merupakan yang pertama sejak ia kembali menjadi orang kuat Rusia untuk untuk ketiga kalinya dalam masa jabatan Kremlin.
Banjir yang terjadi pada 7 Juli sebelum fajar tersebut terjadi di wilayah Krasnodar dan menewaskan 172 korban yang kebanyakan sedang tertidur serta menghancurkan 30.000 rumah.
Laporan berita mengutip penduduk setempat yang mengatakan bahwa mereka harus mengajukan permohonan bantuan darurat dan harus menandatangani dokumen yang menyatakan bahwa mereka telah menerima peringatan dini tentang potensi banjir.
Beberapa anggota parlemen Rusia menuntut pemberhentian gubernur Alexander Tkachev sementara yang lain mengatakan jatuhnya korban jiwa telah membuktikan kegagalan pihak berwenang.
Putin tampak terlihat tidak berbasa-basi saat bertemu dengan Tkachev dan membuat ia berterima kasih pada Putin karena tetap dibiarkan menjabat, meski ia merasakan amarah presiden.
Putin mendapatkan kecaman keras pada awal masa jabatan pertamanya sebagai presiden pada 2000 ketika ia berlibur sementara orang-orang menyaksikan dengan ngeri saat 118 pelaut tewas dalam tenggelam dalam kapal selam nuklir Kursk.
Televisi negara memperlihatkan penjaga keamanan bersenjata lengkap membiarkan sekelompok penduduk setempat untuk bertemu Putin untuk melampiaskan rasa frustrasi mereka. Beberapa pria terlihat bertelanjang dada dan beberapa wanita berusia tua menggigil kedinginan.
Beberapa rumor yang berhasil dikutip mengatakan bahwa banjir tersebut disebabkan oleh pejabat yang membuka pintu penampungan air di gunung untuk menjaga agar daerah hilir pelabuhan kota yang penting terbebas dari banjir. (nh/ik)


