Sydney (AFP/ANTARA) – Maskapai penerbangan Australia, Qantas pada Kamis mengatakan bahwa mereka akan beralih dari BlackBerry ke iPhone produksi Apple, memperburuk masalah yang dialami produsen Kanada tersebut, Research in Motion (RIM).
Qantas mengatakan bahwa mereka sedang mengalihkan 1.300 ponsel dari BlackBerry produksi RIM ke perangkat Apple yang populer tersebut, setelah “mayoritas” pekerjanya mengungkapkan pilihan mereka untuk iPhone.
Perubahan itu juga akan menghasilkan “penghematan biaya yang signifikan”, ujar juru bicara Qantas kepada AFP.
Para analis memperingatkan bahwa portofolio handset RIM sudah usang dan perlu berjuang agar tetap relevan terhadap saingan mereka yang cepat berkembang.
BlackBerry pada 2009 lalu mengalami puncaknya dalam pasar saham Australia yaitu sebesar sembilan persen, namun pada bulan ini hanya sebesar 0,1 persen, kalah jauh dibandingkan saingan mereka yaitu Apple yang mengalami 30,5 persen dan perangkat Android keluaran Google sebesar 56,9 persen.
RIM melaporkan kerugian 518 juta dolar Amerika (sekitar Rp4,8 triliun) pada kuartal bulan lalu, dan mengatakan bahwa mereka akan memberhentikan 5.000 pekerja karena pasar saham global mengalami penurunan menjadi 6,4 persen dari 13,6 persen pada tahun sebelumnya.
Kantor mereka di Australia mengatakan bahwa BlackBerry tetap berkomitmen untuk sektor korporasi dan merupakan “salah satu solusi yang paling dapat diandalkan, serta solusi pengefektifan biaya untuk perusahaan ponsel.” (ai/tp)


