Qantas Prediksikan Penurunan Besar Keuntungan

  • Edan, 32 Partai Dukung Pencalonan Pakde Karwo  

    Edan, 32 Partai Dukung Pencalonan Pakde Karwo  

    Tempo
    Edan, 32 Partai Dukung Pencalonan Pakde Karwo  

    TEMPO.CO,  Surabaya-Calon gubernur incumbent Soekarwo benar-benar menyikat habis semua partai politik. Tercatat sebanyak 32 partai politik dirangkulnya untuk mendukung pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) Jilid II 2013-2014.

  • Pengakuan Berubah-ubah Fathanah

    Pengakuan Berubah-ubah Fathanah

    Tempo
    Pengakuan Berubah-ubah Fathanah

    TEMPO.CO, Jakarta--Bantahan menjadi jurus yang dilancarkan Ahmad Fathanah, tersangka kasus suap izin impor daging sapi, dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jumat lalu. Menjadi saksi untuk dua petinggi PT Indoguna Utama, Juard Effendi dan Arya Effendy, Fathanah berkali-kali menyangkal tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

  • Pengamat: Kementerian Pertanian Harus Limpahkan Riph FTZ

    Antara

    Batam (ANTARA) - Kementerian Pertanian harus melimpahkan kewenangan perizinan rekomendasi impor produk hortikultura untuk Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Bintan, dan Karimun ke Dewan FTZ, kata seorang pengamat. "FTZ tidak terkena kuota nasional. Menteri Pertanian tidak berhak mengatur daerah non-pabean," kata pengamat kawasan perdagangan bebas Harry Azhar Azis di Batam, Minggu. Dewan FTZ bersama Badan Pengusahaan Batam berupaya meminta pengalihan kewenangan penerbitan RIPH

Sydney (AFP/ANTARA) – Qantas yang merupakan perusahaan penerbangan yang sedang berjuang, pada Selasa memperingatkan bahwa keuntungan satu tahunnya akan turun lebih dari 90 persen.


Maskapai itu mengatakan bahwa mereka mengharapkan keuntungan sebelum pajak - ukuran untuk kinerja keuangan – pada 30 Juni 2012 menjadi 50-100 juta dolar Australia (sekitar Rp448 miliar-897 miliar), dibandingkan dengan 552 juta dolar Australia (sekitar Rp4,95 triliun) pada tahun sebelumnya.


Dalam pernyataan kepada pasar saham, perusahaan itu menyalahkan perekonomian Eropa yang bermasalah dan harga bahan bakar jet yang menyentuh angka tertinggi.


Qantas Internasional diperkirakan akan mencatat kerugian lebih dari 450 juta dolar Australia (sekitar Rp4 triliun), lebih dari dua kali penurunan pada tahun keuangan sebelumnya.


"Kami tetap fokus terhadap kenaikan keuntungan Qantas Internasional pada 2014 dan untuk mengkombinasikan Qantas Internasional dan perusahaan domestik untuk menambah modal mereka secara berkelanjutan dalam waktu lima tahun dari Agustus 2011," kata kepala eksekutif Alan Joyce. (as/ml)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah Anda percaya pengerjaan proyek MRT yang sudah resmi dimulai akan berjalan tepat waktu sesuai rencana?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat