Kenaikan BBM

Radio Pemkab Buol Dibakar Massa  

TEMPO.CO, Buol – Station radio milik Pemerintah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, dibakar sejumlah orang tak dikenal, Selasa, 3 Juli 2012.

Juru bicara pemerintah Kabupaten Buol, Muhammad Taufik, mengatakan kebakaran terjadi pada pukul 03.40 waktu Indonesia tengah (Wita). »Kejadiannya cepat sekali sehingga pelaku tak bisa diidentifikasi," katanya.

Beruntung saat kebakaran terjadi pada dinihari itu, pemadam kebakaran cepat beraksi sehingga semua inventaris kantor radio milik pemkab dapat diselamatkan. Beberapa benda yang terbakar adalah kursi tamu, gorden, dan pintu di ruang tamu.

Menurut dia, api cepat dipadamkan karena kantor pemadam kebakaran letaknya bersebelahan dengan stasiun radio. Petugas yang ada pada saat itu bersama masyarakat sekitarnya langsung bergerak cepat memadamkan api.

Koordinator Pemberitaan Radio Pemerintah Kabupaten Buol, Moh Iksan Mangge, mengatakan kendati ada kebakaran, radio milik Pemkab Buol tersebut tetap mengudara seperti biasanya.

Hingga kini belum diketahui identitas pelaku. Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memanggil orang-orang yang ada saat kejadian. Polisi juga masih menyelidiki motif pembakaran itu. »Mereka dimintai keterangan saja," kata Taufik.

Bupati Buol Amran Batalipu sudah melakukan aktivitasnya sejak 2 Juli 2012. Menurut Taufik, Bupati Amran sedang melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Paleleh Barat, Gadung. Bupati Amran tak terpengaruh dengan adanya pemberitaan di media yang menyebutkan dia sebagai tersangka dalam kasus suap yang melibatkan Manager PT Harduya Inti Plantation, Yani Anshari.

»Dia tenang-tenang saja karena dia yakin tak terlibat," ujar Taufik.

DARLIS

Berita Terkait:

Dicari KPK, Bupati Buol Tetap Kampanye

Bukan Recehan, Miliaran Suap Buol

KPK Ungkap Tiga Pria Diduga Terkait Suap di Buol

Kasus Suap Buol, Golkar Tuding KPK Tak Beretika

Sebut Bupati Buol Tersangka, Samad Diralat Bambang

Mobil Penyidik KPK Dirusak Massa di Buol

Pelaku Suap Menyerang Penyidik KPK

Sebut Bupati Buol Tersangka, Samad Diralat Bambang

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat