USIANYA sudah masuk 70 tahun pada 31 Desember 2011 lalu, namun Sir Alex Ferguson memutuskan akan tetap bertahan sebagai manajer Manchester United. Selidik demi selidik, keputusan Opa Ferguson ini tak lepas dari ancaman istrinya yang tak rela melihat sang suami menjadi pengangguran.
Kisah unik ini dilontarkan sendiri oleh Ferguson. "Istri saya mengatakan 'Keluarlah dari rumah. Jika kamu berpikir saya akan merawat kamu, dan kamu akan mengikuti saya ke mana saja, itu tidak akan. Jadi, kamu bisa cari pekerjaan lain, menjadi pengantar susu'," kata Ferguson seperti dikutip dari The Sun, kemarin.
Selain ultimatum sang istri, yang mendapat gelar Lady Ferguson dari Kerajaan Inggris, Ferguson punya alasan lain. Pelatih yang sudah mengoleksi 12 trofi Premier League bersama MU itu sangat bersyukur masih diberi kesehatan, sebagai penunjang kariernya.
"Kalau kesehatan masih bagus, saya tidak berpikir dua atau tiga tahun lagi akan merugikan. Saya rasa, Anda memang butuh stamina dalam pekerjaan sebagai pelatih. Dan saya sudah diberkati dengan kesehatan yang bagus," ujarnya.
Lantas, apa rahasia kesehatan Fergie hingga seperempat abad sudah ia mengabdikan diri di Old Trafford, markas MU, dengan sederet trofi yang dipersembahkan, tanpa pernah ada kabar dirinya sakit serius?
"Saya pikir itu berkaitan dengan jenis makanan yang saya konsumsi saat muda. Di rumah saya selalu tersedia kaldu, sup ayam dan daging sehat. Kami sangat jarang mengonsumsi makanan kaleng atau olahan, dan kami selalu menyediakan sayuran segar," tuturnya.
Dedikasi pria bernama lengkap Alexander Chapman Ferguson terhadap "Setan Merah" memang tak diragukan lagi. Berkiprah sejak 1986 silam, ia sukses membawa "Setan Merah" berjaya tak hanya di Inggris, tapi juga di Eropa.
Tak pelak ia menjadi pelatih legendaris di Old Trafford. sosoknya yang tegas dan berwibawa begitu melekat di hati para penggemar Man United. Sejumlah nama sempat mengapung untuk jadi penggantinya sejak beberapa tahun lalu, namun buktinya Fergie tetap tak tergoyahkan di singgasananya. (Tribunnews)


22 komentar