Islamabad (AFP/ANTARA) - Partai utama yang berkuasa di Pakistan, pada Jumat menetapkan Raja Pervez Ashraf sebagai calon perdana menteri dari pihak mereka. Partai itu juga mengisyaratkan kemungkinan pemilihan umum dini setelah pengadilan mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk pilihan pertama mereka.
Ashraf menerima berbagai tuduhan korupsi dan kontroversi dalam masa jabatannya sebagai menteri perairan dan energi. Ia menjabat sebagai menteri teknologi informasi sampai Mahkamah Agung memberhentikan perdana menteri Yousuf Raza Gilani pada Selasa.
Pada Kamis, pengadilan anti-narkotika mengambil langkah yang tidak biasa dengan mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi mantan menteri tekstil Makhdoom Shahabuddin atas skandal obat-obatan. Shahabuddin merupakan pilihan pertama Presiden Asif Ali Zardari untuk menggantikan Gilani.
Parlemen tingkat rendah telah dipanggil untuk memberikan suaranya dalam pemilihan perdana menteri baru pada pukul 5:30 sore waktu setempat pada Jumat.
"Raja Pervez Ashraf adalah calon dari kami," kata pejabat senior partai Syed Khurshid Shah dalam jumpa pers, mengisyaratkan bahwa pemerintah dapat mengadakan pemilihan sebelum mandatnya berakhir pada awal tahun depan.
"Ini adalah tahun pemilihan dan kami akan melakukan pemilu," kata Shah.
"Jika kami telah melakukan beberapa kesalahan atau tidak memenuhi manifesto kami, maka keputusan itu harus diserahkan kepada rakyat Pakistan," tegasnya. (jk/pt)

