Bangkok (AFP/ANTARA) – Raja Thailand dirawat di rumah sakit karena mengalami pendarahan ringan di otak, seperti diungkapkan pihak istana pada jumat.
Detak jantung dan tekanan darah Raja Bhumibol Adulyadej kembali normal setelah insiden tersebut, namun dokter menyarankannya untuk menghentikan kegiatan publik untuk sementara waktu, seperti diungkapkan pihak istana dalam sebuah pernyataan.
Sebuah tim medis kerajaan merawat raja berusia 84 tahun tersebut pada Kamis sore, setelah ia mengalami “kejang di tangan kanannya” dan “detak jantungnya semakin cepat.”
“Para dokter menggunakan sinar X untuk memeriksa otaknya dan menemukan sejumlah kecil darah menembus bagian kiri meninges (membran di sekitar otak),” kata pernyataan tersebut. Sang raja dirawat “secara intravena dan setelah kejang berhenti.”
Penyakit raja yang berkuasa paling lama di dunia itu muncul pada saat yang sensitif, ketika politik Thailand sedang mengalami pergolakan setelah sebuah keputusan Mahkamah Konstitusi pada Jumat mengancam kembalinya kericuhan di negara tersebut.
Raja Bhumibol masuk rumah sakit pada September 2009 untuk melakukan perawatan kondisi pernapasan. (ai/pt)

