Ramadan, Polres Depok Sita Senjata Api dan Petasan  

TEMPO.CO, Depok - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Depok menyita empat buah senjata api, 400 peluru, dan sekitar 4.000 petasan berbagai ukuran.

Penyitaan itu dilakukan sejak 17 Juli 2012 dalam Operasi Sendak Jaya. "Operasi ini dilakukan untuk meminimalkan aksi kejahatan dengan senjata api dan sejenisnya," kata Kepala Polresta Depok Komisaris Besar Mulyadi Kaharni, Rabu, 8 Agustus 2012.

Barang yang disita aparat, dia menjelaskan, adalah dua senjata api jenis airsoft gun dan dua pistol rakitan, 321 peluru kaliber 223, 66 peluru kaliber 65, 16 butir kaliber 54, dan satu buah Magazine Ak 47. "Senjata rakitan itu disita oleh Polsek Beji," kata Mulyadi.

Selain menyita barang bukti, polisi juga mengamankan dua tersangka yang merupakan pemilik pabrik petasan.

Mereka adalah Nandang, 56 tahun, dan Syaifudin, 30 tahun. Bapak dan anak itu dicokok ketika sedang meracik petasan di rumahnya, Desa Citayam, Tajur Halang, Bogor, pada 19 Juli 2012. "Keduanya dijerat dengan Undang-Undang Darurat dengan ancaman 12 tahun penjara," katanya.

Dari pengakuan tersangka, ribuan petasan dari ukuran 1-3 inci tersebut akan dijual untuk wilayah Depok, Jakarta, dan Bogor. Usaha petasan tersebut, kata Mulyadi, memiliki omzet sampai ratusan juta rupiah.

Mulyadi menambahkan, dua senjata api airsoft gun dan ratusan peluru ilegal diperoleh dari mereka yang sudah pensiun dari kepolisian atau izin kepemilikannya sudah berakhir.

Sementara dua pistol rakitan itu merupakan hasil sitaan Polsek Beji, Depok. "Saat operasi, pemiliknya langsung menyerahkan kepada anggota," kata dia.

ILHAM TIRTA

Berita terpopuler lainnya:

Garuda Tawarkan tiket Promo Lebaran

Jalur Mudik di Garut Dipasangi CCTV

Jalur Double Track Kereta Siap Beroperasi

Penumpang Pesawat Tujuan Yogya Mbludak

Anas Akan Sahur dengan Anak Jalanan Malioboro

Tarif Naik, Izin Jalan Bus Nakal Akan Dibekukan

Pegawai Negeri Sipil di Garut Dapat Jatah THR

Pemerintah Siapkan 32 Kereta Api Tambahan

TKI dari Malaysia Mulai Berdatangan

Tarif Bus Ekonomi Selama Lebaran Tak Naik

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat