Penghargaan buat SBY

Ramadhan Tahun Ini Omzet Pedagang Tanah Abang Justru Turun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Para pedagang di Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat mengaku mengalami penurunan omzet di Ramadhan 2012 ini. Meski sudah memasuki pekan kedua Ramadhan, para pedagang mengatakan kenaikan penjualan belum terlihat signifikan jika dibandingkan dengan Ramadhan di 2011 lalu.

Menurut Indra (55), salah satu penjual busana Muslim di Blok F1, di bulan puasa ini dirinya baru mampu mengeruk keuntungan puluhan juta rupiah. “Biasanya kalau dulu, bisa sampai ratusan juta,” katanya saat ditemui Republika, Senin (30/7).

Ia mengatakan banyaknya saingan yang menjual busana Muslim memang menjadi faktor mengapa penurunan omzet terjadi. Perempuan yang sudah tujuh tahun berjualan itu berujar semenjak pembangunan pasar diperluas, semakin banyak pedagang yang membuka toko. 

Selain itu, bulan Ramadhan yang bertepatan dengan hari anak-anak sekolah membuat fokus konsumen terpecah. “Pembeli akhirnya lebih memilih memenuhi kebutuhan sekolah anak dulu,” ujar perempuan paruh baya ini. 

Penurunan serupa juga dirasakan penjual lainnya di lantai lima Blok A Tanah Abang, Tur (37). Pemilik toko pakaian anak Tika Kid Station ini mengatakan walau omzet naik hingga 40 persen dibanding Juni lalu, kenaikan yang terjadi tak begitu besar.

“Kalau dulu untuk masa Ramadhan, kita sudah bisa mengambil keuntungan dari empat bulan sebelum Ramadhan,” katanya. Ia menuturkan para pembeli grosiran dari luar kota biasanya sudah datang jauh-jauh hari sebelumnya untuk melakukan pemesanan.

Namun, Tur mengungkapkan di Ramadhan ini, para pembeli grosiran baru mulai memesan barang padanya beberapa hari ketika puasa tiba. “Mungkin, ekonomi memang lagi turun, ada yang tokonya nggak maju juga,” ujarnya. 

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat