Rapimnas Golkar Tak Pilih Cawapres untuk Ical

TEMPO.CO, Jakarta - Rapat Pimpinan Nasional IV Partai Golongan Karya tidak mengagendakan pemilihan calon wakil presiden untuk mendampingi Aburizal Bakrie. Nama cawapres akan dibahas dan diumumkan tahun depan.

»Tak ada agenda untuk membicarakan itu, tapi kalau sekadar usul boleh saja,” kata Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham ketika dihubungi, Senin, 22 Oktober 2012.

Idrus mengatakan ihwal cawapres sudah disetujui di Rapimnas III pada Juni lalu, bahwa diserahkan sepenuhnya kepada capres yakni Aburizal Bakrie. Namun kader lain boleh mengusulkan sejumlah nama kepada Ical, panggilan Aburizal. Ia berharap Ical mempertimbangkan masukan dari pengurus partai.

Menurut Idrus, ada sejumlah nama yang disodorkan ke Ical dan hampir semuanya orang Jawa. Nama-nama tersebut, seperti Kepala Staf Angkatan Darat Pramono Edhi Wibowo, Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md.

Selain itu nama lain yang turut diusulkan adalah bekas Menteri Pemberdayaan Perempuan Khofifah Indar Parawansa, Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. »Nama Puan Maharani juga menjadi masukan,” ucap Idrus.

Rapimnas Partai Golkar yang sedianya digelar 18-20 Oktober diundur menjadi 29-30 Oktober 2012. Acara itu akan dilanjutkan dengan puncak peringatan hari ulang tahun partai berlambang pohon beringin ini pada 31 Oktober 2012 mendatang di Hotel Borobudur, Jakarta. Idrus mengatakan persiapan teknis dan materi sudah selesai.

Ada lima materi yang dibahas di Rapimnas, yakni menentukan sistem rekruitmen penetapan calon legeslatif, blueprint partai Golkar tentang pembangunan nasional, langkah strategi dan operasional pemenangan 2014, pernyataan politik merespons masalah kebangsaan dan peluncuran buku sejarah politik Golkar berjudul »Beringin Membangun”.

SUNDARI

Berita lain:

Busyro Mengaku Kalah Saleh Dibandingkan dengan Novel

Busyro: Melempar Jumrah Bisa di Indonesia 

Keseleo Lidah, SBY Jadi ''Presiden Soeharto'' 

Keputusan Jabar 1 di Tangan Megawati

Ada Yusril Ihza, Abraham Samad Batalkan Agenda

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat