Ratusan Jamaah Tarawih Padati Masjid Gedhe Kauman

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Mona Kriesdinar

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA -  Ratusan jamaah Masjid Gedhe Kauman,Yogyakarta melaksanakan salat tarawih pada Kamis (19/7/2012) malam.

Ketua takmir Masjid Kauman Budi Setiawan menjelaskan, pihaknya memang sudah menentukan hari pertama puasa sejak jauh hari.

Hal itu didasarkan pada perhitungan hisab haqiqi sebagaimana yang digunakan oleh kalangan Muhammadiyah. "Jadi apapun keputusan sidang itsbat, kami sudah memantapkan hati sejak awal untuk melaksanakan puasa mulai hari Jumat," jelasnya, sebelum melaksanakan salat tarawih.

Meski begitu, ia menghormati apapun keputusan sidang itsbat termasuk perbedaan dalam perhitungan awal puasa. Menurut dia, perbedaan menjadi sebuah kewajaran yang sejatinya tak melahirkan perselisihan.

Terlebih, dalam menjalankan puasa ramadan, yang paling penting yakni bagaimana mengisi bulan ramadan yang sangat istimewa tersebut.

"Mantapkanlah untuk memulai puasa dan mantapkanlah untuk tidak mempermasalahkannya, jangan sampai nantinya kita termasuk orang - orang yang hanya mendapat lapar dan dahaga saja," tambahnya.

Selain masalah perbedaan penentuan hari pertama puasa, Budi juga menggarisbawahi mengenai perbedaan jumlah rakaat salat tarawih maupun cara menentukan jumlah rakaat pada setiap salamnya. Hal itu pun bukan merupakan perbedaan yang patut diperselisihkan karena memiliki rujukannya masing - masing.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Sekretariat Umum PP Muhammadiyah, Agung Danarto menjelaskan bahwa Muhammadiyah memang sudah membuat jadwal secara teratur mengenai pelaksanaan salat tarawih yang dimulai pada Kamis malam.

Pun demikian halnya dengan penentuan jadwal siapa saja yang akan mengisi salat tarawih, penceramahnya serta pelaksanaan salat shubuh di masjid - masjid yang pengurusnya dari organisasi Muhammadiyah.

"Secara umum, salat tarawih sudah dilaksanakan di masjid - masjid seluruh Indonesia," jelasnya.(*)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah Anda percaya pengerjaan proyek MRT yang sudah resmi dimulai akan berjalan tepat waktu sesuai rencana?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat