Perang Lawan Geng Motor

Ratusan Warga Ujungmanik Cilacap Krisis Air Bersih

Cilacap (ANTARA) - Ratusan warga di Desa Ujungmanik, Kecamatan Kawunganten, Cilacap, Jawa Tengah, mulai menghadapi krisis air bersih di awal musim kemarau.

"Saat ini warga mulai mencari air bersih ke desa tetangga seperti Kubangkangkung dan Kawunganten," kata Kepala Desa Ujungmanik, Supardan, di Cilacap, Senin.

Menurut dia, kondisi sumur warga telah mengering dan persediaan air di dalam tandon penampungan air hujan pun mulai menipis.

"Kalaupun di dalam sumur masih ada air, airnya telah terintrusi air laut sehingga terasa payau," katanya.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa jaringan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Cilacap pada tahun 2012 mulai masuk wilayah Ujungmanik meskipun baru terpasang sepanjang dua kilometer.

Dengan demikian, kata dia, warga di 10 RT diharapkan dapat menikmati aliran air bersih dari PDAM Cilacap.

"Di Desa Ujungmanik terdapat sekitar 2.500 keluarga, sedangkan di 10 RT yang terjangkau PDAM terdapat sekitar 300 keluarga, berarti masih banyak warga yang membutuhkan air bersih," katanya.

Oleh karena itu, dia mengharapkan Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam APBD Perubahan 2012 dapat mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jaringan pipa air bersih di Ujungmanik.

Selain krisis air bersih, kata dia, ratusan hektare sawah milik warga telah mengering.

Bahkan, lanjutnya, sekitar 50 hektare tanaman padi terancam mati akibat kekeringan.

"Luas desa kami mencapai 1.600 hektare, 60 persennya berupa persawahan. Luas sawah yang telah ditanami sekitar 50 hektare, sisanya sedang dalam tahap persiapan tanam," katanya.

Ia mengatakan bahwa hari ini direncanakan ada pertemuan di Desa Kubangkangkung, Kecamatan Kawunganten, guna membahas pengaturan jadwal pengaliran saluran irigasi.

Kendati nantinya ada jadwal pengaliran saluran irigasi, kata dia, hal itu tidak berdampak banyak terhadap persawahan di Desa Ujungmanik.

"Desa kami berada paling ujung sehingga hanya akan mendapat air irigasi jika desa yang di atas sudah tidak membutuhkannya lagi. Jika jadwal pengairannya selama 15 hari, sawah di desa kami paling hanya mendapat jatah selama dua hari," katanya.

Menurut dia, waktu selama dua hari itu sangat sempit sehingga tidak semua sawah bakal mendapat aliran air irigasi.(rr)



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat