Penghargaan buat SBY

Rawan Kebakaran, Pendakian Gunung Lawu Ditutup  

TEMPO.CO, Magetan -- Karena rawan kebakaran hutan, jalur pendakian Gunung Lawu yang berada di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah ditutup sementara. Dua pintu masuk pendakian, baik di Cemoro Sewu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dan Cemoro Kandang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, telah ditutup sejak sepekan lalu.

"Sementara ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan," kata Asisten Perhutani Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Selatan, Andri Wahyu Tri Purnawan, Kamis, 6 September 2012.

Andri mengatakan penutupan kawasan pendakian tersebut bertujuan untuk menjaga keamanan pendaki. "Pendaki dilarang, tapi kalau pengunjung wisata masih dibolehkan," katanya. Penutupan kawasan pendakian ini berkoordinasi dengan Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) Perhutani Unit II Jawa Timur Cluster Sarangan yang mengelola Wana Wisata Cemoro Sewu.

BKPH Lawu Selatan di bawah KPH Lawu dan sekitarnya memiliki luas hutan produksi dan hutan lindung 5.770 hektare. Rata-rata tanaman yang dikelola adalah pinus yang diambil getahnya. Penyebab kebakaran adalah pendaki yang membuat api unggun maupun masyarakat sekitar hutan yang membuat arang.

Akhir Agustus 2012 lalu, sempat terjadi kebakaran di perbatasan BKPH Lawu Selatan dan BKPH Lawu Utara. BKPH Lawu Utara berada di bawah pengelolaan Perhutani Unit I Jawa Tengah.

BKPH Lawu Selatan hanya memiliki 16 personel Satuan Tugas Pengendalian Kebakaran Hutan (Satgas Dalkarhut). "Karena keterbatasan personel, kami melibatkan unsur LMDH," kata Andri. Ada 19 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang berada di wilayah BKPH Lawu Selatan. Menurut Andri, jumlahnya bisa sampai ratusan orang yang siap membantu mengatasi kebakaran.

Karena lokasinya berada di pegunungan, pemadaman kebakaran hutan setempat hanya dilakukan secara manual. "Kami juga sudah membuat ilaran atau sekat bakar," katanya. Ilaran berfungsi untuk membatasi titik-titik api. Kebakaran besar pernah terjadi di kawasan hutan Gunung Lawu, di antaranya tahun 2002, 2006, dan 2009.

Gunung Lawu adalah salah satu wilayah yang rawan kebakaran. Potensi kebakaran tahun ini cukup besar. Sebab, sudah beberapa tahun tidak terjadi kebakaran besar sehingga ilalangnya mungkin sudah tinggi.

Pengendalian kebakaran di wilayah Gunung Lawu harus melibatkan Perhutani Unit II Jawa Timur dan Unit I Jawa Tengah. Untuk wilayah hutan yang bisa dilalui kendaraan, Perhutani Unit II Jawa Timur menyiapkan sejumlah mobil milik Polisi Mobil (Polmob) Perhutani yang dimodifikasi dengan tangki air pemadam. Mobil modifikasi ini ditempatkan di sejumlah titik yang rawan kebakaran, baik di wilayah barat dan timur. Wilayah barat yang rawan kebakaran berada di Ngawi hingga Madiun dan Bojonegoro. Sedangkan wilayah timur yang rawan kebakaran terutama di Banyuwangi dan Situbondo.

ISHOMUDDIN

Berita Lainnya:

Politikus PKS Misbakhun Dukung Jokowi

Neymar ke MU? Bos Santos Menjawab

Anas-Ibas Ogah Komentari Transaksi Mirwan

Young Sebut Van Persie Penyerang Kelas Dunia

Karena Pidato, Michelle Obama Jadi Trending Topic

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat