MERDEKA.COM, Razia pasangan mesum kerap dilakukan polisi dan petugas Satpol PP di sejumlah wilayah Indonesia. Razia biasanya dilakukan di hotel kelas melati dan kos-kosan.
Umumnya, pasangan yang terjaring razia berusia di atas 17 tahun atau sudah masuk kategori dewasa. Tak jarang, pasangan selingkuh juga ikut terjaring.
Di Banjarmasin Selatan, polisi mendapati sembilan pasangan mesum yang masih di bawah umur. Mereka ditangkap di dua losmen berbeda, Minggu (25/11) dini hari.
Enam pasangan di antaranya ditangkap di Losmen Makmur, sementara sisanya di Losmen Kelayan Indah. Mereka yang rata-rata berusia 16 tahun itu langsung dibawa ke Polres Banjarmasin Selatan.
Namun, setelah orang tua mereka dipanggil, polisi lantas memulangkannya setelah terlebih dahulu menandatangani surat pernyataan.
Hal itu tak berbeda jauh dengan yang terjadi di daerah-daerah lain. Petugas hanya melakukan pendataan kepada pasangan mesum kemudian memulangkannya. Lantas yang menjadi pertanyaan efektifkah razia tersebut?
Psikolog forensik dari Universitas Bina Nusantara, Reza Indragiri Amriel menilai, razia itu efektif untuk mencegah seseorang mengulangi berbuat mesum di lokasi yang sama. Namun, razia itu belum tentu efektif untuk menghentikan orang berbuat mesum.
"Razia kan fokus pada pencegahan agar tidak terjadi pada penyalahgunaan lokasi atau fasilitas umum. Bukan fokus pada akhlak," kata dia kepada merdeka.com, Rabu (28/11).
Menurutnya, agar orang tak mudah berbuat mesum, pemerintah harus lebih memperketat lokasi atau fasilitas penginapan. "Misalnya regulasi perhotelan yang perlu diperketat," katanya.
Selain itu, dia menilai, pasal perzinaan dalam KUHP memiliki celah hukum. Sebab, hanya berlaku bagi seseorang yang sudah menikah.
Dia mengatakan, sanksi sosial harus diterapkan untuk membuat efek jera kepada pelaku mesum. Polisi juga dapat menerapkan wajib lapor bagi para pelaku mesum yang pernah tertangkap.
Kabut Asap
- Kabut Asap Ganggu Pebulu Tangkis IndonesiaLiputan 6 - 9 menit yang lalu
- Atasi Kabut Asap, Pemerintah Siapkan Hujan Buatan Tempo - 1 jam 51 menit lalu
- Kabut Asap Ancam Penerbangan IndonesiaTempo - 2 jam 49 menit lalu
- Warga Pakning Mulai Mengungsi Akibat Kabut AsapTRIBUNnews.com - 3 jam yang lalu
- Kabut Asap Singapura Capai Level 'Berbahaya' Tempo - 4 jam yang lalu
- Riau Siaga Darurat Kabut AsapAntara - 4 jam yang lalu
- Singapura Desak Indonesia Atasi Kabut Asap Tempo - 5 jam yang lalu
- Kabut Asap Buat Udara Singapura Panas, Penerbangan Tidak TergangguTRIBUNnews.com - 5 jam yang lalu
- Bandara Internasional Pekanbaru ditutup akibat kabut asapMerdeka.com - 5 jam yang lalu
- Tiga Bandara Berpotensi Terkena Dampak Kabut AsapTempo - 7 jam yang lalu
- Kabut Asap di Singapura Diprediksi Bertahan Lama Tempo - 8 jam yang lalu
- Kabut Asap Selimuti SingapuraTempo - 8 jam yang lalu
- Indonesia Siap Jelaskan Kabut Asap Ke SingapuraAntara - 18 jam yang lalu
- Singapura Sampaikan Keprihatinan Merebaknya Kabut Asap SumateraAntara - 18 jam yang lalu
- Kabut Asap di Singapura Sudah Taraf BerbahayaTRIBUNnews.com - 19 jam yang lalu
- Kabut Asap Ganggu Sejumlah Penerbangan dari BatamAntara - Rab, 19 Jun 2013
- Kabut asap, penerbangan 2 pesawat di Bandara Dumai dibatalkanMerdeka.com - Rab, 19 Jun 2013
- Keberangkatan Dua Pesawat Dibatalkan Akibat Kabut AsapAntara - Rab, 19 Jun 2013
- BMKG: Selat Malaka Ditutupi Kabut AsapTRIBUNnews.com - Sel, 18 Jun 2013
- PM Malaysia Ingatkan Warga Soal Kabut AsapTRIBUNnews.com - Sel, 18 Jun 2013
Berita Lainnya
- Polisi Periksa Tiga Saksi Terkait Kematian Mahasiswa Binus
- Mahasiswa Binus Tewas, Kekasih Diperiksa Polisi
- Pekerja Bawah Umur Bolivia Berada dalam Risiko
- Mahasiswa Binus Tewas, Ada Luka Benda Tumpul
- Buron Selama 16 Tahun, Bos Yakuza Ditangkap Polisi Tanpa Perlawanan
- Sidang Tuduhan Prostitusi Benzema dan Ribery Ditunda Tahun Depan
- Polres Sintang Tangani 10 Kasus Persetubuhan Terhadap Anak
Pilihan Redaksi
1 - 4 dari 24
PEDOMAN KOMENTAR
Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
Artikel Terpopuler
Hari Ini di Yahoo!
1 - 8 dari 40
Artikel Pilihan
Lainnya Dari 
Jajak Pendapat Yahoo!
Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?
Memuat...


Yahoo! OMG