Redknapp: Portsmouth Harus Diselamatkan

London (AFP/ANTARA) - Mantan manajer Portsmouth, Harry Redknapp, mengatakan ia akan berusaha semampunya untuk menyelamatkan klub itu dari ancaman pembubaran.

Klub divisi ketiga itu harus memenuhi persyaratan keuangan yang ditetapkan administrator, Trevor Birch, pada 10 Agustus, jika tidak maka klub itu akan dibubarkan.

Redknapp, yang menghabiskan lima musim di Fratton Park antara 2002 sampai 2008, dan membawa klub itu menjuarai Piala FA pada 2008, mengatakan ia akan berbicara kepada Nwankwo Kanu, yang telah mengajukan tuntutan pembayaran gaji sebesar tiga juta pound, untuk melihat apakah sang pemain dapat dibujuk untuk berkompromi dengan klub.


"Saya akan menelpon Kanu pada hari ini, untuk melihat apakah ada yang bisa saya lakukan," ucapnya.

"Saya mendatangkan dia ke Portsmouth untuk kontrak satu tahun dan Tony Adams berkata padaku, `Anda pasti sudah gila, ia sudah habis.` Enam tahun kemudian, ia masih berada di sana."


Klub juga berhutan pembayaran gaji dengan jumlah yang sama kepada bek Tal Ben Haim, dan Redknapp berkata, "dalam kasus Tal Ben Haim, jika pemain memiliki kontrak dan mereka dihutangi uang, anda dapat melihat mengapa mereka berpikir mereka layak mendapatkannya. Namun jika klub tutup, mereka tidak akan mendapat uang. Mereka seharusnya berpikir keras tentang hal itu."


"Portsmouth harus diselamatkan. Itu adalah klub besar dengan tradisi hebat," kata pria 65 tahun itu. "Akan menjadi bencana jika klub ini bubar."


"Klub itu memiliki pendukung dalam jumlah besar, jika anda tinggal di Portsmouth, anda adalah pendukung Portsmouth. Jika anda berjalan di sekitar kota, anda tidak melihat orang-orang mengenakan kaus Manchester United atau Arsenal."


"Merupakan kehancuran jiwa untuk melihat mereka dalam situasi sulit ini, dan harus ada sekelompok orang di luar sana atau seseorang yang dapat mengambil alih klub ini dengan harga murah dan menyelamatkan mereka."


"Saya akan senang melihat seseorang melakukan hal itu. Tentu saja Portsmouth tidak dapat dibubarkan. Jika seseorang melakukannya, klub dapat kembali bangkit dengan cepat. Tidak memerlukan banyak hal untuk melakukannya lagi."(ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.