Remitansi TKI Diperkirakan Capai Rp65 Triliun 2012

  • Dahlan Iskan: Perusahaan Outsourcing Harus Berubah

    Dahlan Iskan: Perusahaan Outsourcing Harus Berubah

    Tempo
    Dahlan Iskan: Perusahaan Outsourcing Harus Berubah

    TEMPO.CO , Jakarta:Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan mengatakan bahwa perusahaaan outsourcing yang akan bekerja sama dengan perusahaan BUMN harus mengubah sistem perusahaan untuk memenuhi tender. Pertama, perusahaan tersebut harus mempunyai sistem jenjang karier dan sistem kepegawaian.

  • KAI Siapkan Kereta Tambahan untuk Mudik  

    KAI Siapkan Kereta Tambahan untuk Mudik  

    Tempo
    KAI Siapkan Kereta Tambahan untuk Mudik  

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) sedang mempertimbangkan pengoperasian kereta tambahan untuk masa mudik Lebaran tahun ini. "Masih dibahas, mudah-mudahan nanti awal Juni sudah ada," kata Juru Bicara KAI Daerah Operasi I (Daop I) Jabodetabek, Sukendar Mulya, saat dihubungi Tempo, Minggu, 19 Mei 2013.

  • Ini Dia Daftar Aset Bank Indonesia

    Plasadana

    PLASADANA.COM - Bank Indonesia (BI) mengaku sepanjang tahun llau telah menambah simpanan emas sebanyak 933 kilogram atau setara dengan 30 ribu troi ons.Direktur Eksekutif Keuangan Intern BI, Mubarakah menjelaskan, dengan adanya penambahan simpanan tersebut maka hingga akhir 2012 simpanan emas BI telah mencapai 73,93 ton atau setara 2.377.046 troy ons."Emas yang disimpan BI tidak semuanya berbentuk fisik, tetapi ada sebagian yang berupa surat berharga emas," ujar Mubarakah minggu lalu. ...

Jakarta (ANTARA) - Transaksi pengiriman uang dari luar negeri ke Indonesia atau remitansi yang dilakukan tenaga kerja Indonesia diperkirakan mencapai Rp65 triliun pada 2012.

"Ini baru data pengiriman yang dilakukan melalui jasa perbankan dan lembaga keuangan non-bank. Masih banyak TKI yang mengirimkan uangnya menggunakan cara lain seperti titip pada TKI yang pulang kampung," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dalam buka bersama dengan TKI di Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) Sahara Lestari di Condet, Jakarta, Minggu.

Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), untuk remitansi nonbank diperkirakan mencapai Rp15 triliun pada 2012, sementara yang melalui perbankan Rp50 triliun.

Muhaimin mengatakan kecenderungan naiknya remitansi itu akan semakin terlihat terutama pada Ramadhan dan menjelang lebaran dengan tingginya transfer uang dari luar negeri ke daerah-daerah asal TKI.

"Biasanya setiap Ramadhan dan menjelang lebaran, remitansi dari TKI bakal meningkat tajam. Kenaikannya bisa mencapai 30 persen dibandingan bulan-bulan biasa," kata Muhaimin.

Namun Muhaimin mengimbau para TKI maupun keluarganya dapat memanfaatkan uang hasil jerih payah itu untuk hal-hal produktif dan tidak digunakan untuk keperluan yang tidak bisa dianggap penting dan mendesak.

"Gunakan secara bijak dan sesuai kebutuhan, hindari belanja konsumtif berlebihan. Lebih baik pergunakan uang hasil bekerja di luar negeri untuk modal kegiatan?kegiatan produktif dan wirausaha," kata Muhaimin.

Menurutnya, dana TKI adalah dana segar yang bisa menggerakkan perekonomian masyarakat desa melalui kegiatan produktif.

"Penggunaan yang bersifat konsumtif hanya akan menggerakkan ekonomi sesaat, berbeda jika diinvestasikan dalam bentuk kegiatan usaha yang bisa menyerap tenaga kerja baik di sektor pertanian, perkebunan maupun perdagangan," ujar Muhaimin.

Selama ini kebiasaan yang banyak terjadi di daerah-daerah kantung pengirim TKI, dana remitansi itu lebih banyak digunakan untuk membeli motor baru dan alat-alat elektronik atau memperbaiki rumah tinggal mereka, bukan untuk kegiatan produktif.

Menurut Muhaimin, Kemakertrans telah melakukan pembinaan khusus di basis rekrut TKI atau yang dikenal sebagai daerah kantong TKI dengan melakukan berbagai kegiatan dan program-program seperti wirausaha baru, teknologi tepat guna, padat karya produktif, desa produktif, mobil terampil maupun rumah terampil.


Dalam kesempatan itu, Muhaimin juga menyampaikan pemerintah terus berusaha melakukan berbagai pembenahan dalam meningkatkan perlindungan pekerja Indonesia di luar negeri baik secara kebijakan maupun teknis pelaksanaannya.

Salah satunya adalah melakukan pengetatan proses keberangkatan dan penempatan TKI di luar negeri sehingga diharapkan kedepan tidak ada lagi TKI yang berangkat secara non prosedural.

Dengan berangkat secara prosedural, pekerja Indonesia di luar negeri akan mendapat perlindungan yang cukup memadai.

"Untuk itu sebagai pemerintah tidak bosan-bosannya kami mengingatkan kepada seluruh calon pekerja Indonesia di luar negeri untuk `Jangan Berangkat Sebelum Siap`. Jadilah Pekerja Indonesia yang memiliki keterampilan sesuai dengan jabatannya, memiliki dokumen yang sah dan berangkat melalui prosedur yang benar," kata Muhaimin.(ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah Anda percaya pengerjaan proyek MRT yang sudah resmi dimulai akan berjalan tepat waktu sesuai rencana?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat