Liputan6.com, Darwin: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap pemerintah Australia segera membebaskan 54 anak di bawah umur warga negara Indonesia yang terlibat penyelundupan manusia. Presiden juga akan lebih intensif untuk mencegah keterlibatan warga Indonesia yang bekerja sama dengan sindikat jaringan internasional.
Indonesia gembira atas keputusan Australia memulangkan 215 tahanan anak-anak di bawah umur korban penyelundupan manusia. Besar harapan puluhan anak lagi sisanya bisa dipulangkan dalam waktu dekat. "Saya menyambut baik kebijakan Australia membebaskan anak-anak di bawah umur yang menjadi korban kejahatan people smuggling," ujar SBY.
"Kita tentu berharap pelaksanaan repatriasi anak-anak di bawah umur itu bisa dipercepat. Dari 215 sudah dibebaskan, ada 54 lagi yang saya harapkan bisa sekaligus dibebaskan," ujar SBY dalam pernyataan pers bersama PM Julia Gillard usai pertemuan konsultasi tahunan ke-dua mereka di Gedung Parlemen, Darwin, Australia, Selasa (3/7/2012).
SBY juga menegaskan Indonesia menjadi korban kegiatan people smuggling dan human trafficking. Dia berharap kebijakan repatriasi ini dibarengi kerja sama timbal balik dan konkrit yang efektif buat mencegah terjadinya kejahatan itu di negara masing-masing. "Indonesia tak memberi angin keterlibatan orang Indonesia oleh jaringan sindikat internasional yang tentu merugikan RI sekaligus Austalia," kata SBY.(JUM)

