Kenaikan BBM

Ribuan Keluarga Buruh di Balikpapan Belum Punya Rumah

Laporan Wartawan Tribun Kaltim,  Basir Daud

TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN - Ribuan Kepala Keluarga (KK) buruh di Kota Balikpapan belum mampu memenuhi kebutuhan papan keluarga. Setidaknya, mereka tidak mampu mengadakan rumah sendiri.

 "Sedikitnya ada 2.000 Kepala Keluarga buruh yang masih ngontrak atau numpang dengan keluarga. Ini menunjukkan tingkat kesejahteraan mereka.

Apalagi dengan pendapatan pas-pasan hidup di kota mahal. Coba bayangkan, UMK di Balikpapan yang mahal ini hanya Rp 1.250.000. Bandingkan dengan UMK di Jabodetabek yang rata-rata Rp 1,4 juta. Balikpapan memang unik. Pantas dapat piagam MURI," ujar Divisi Advokasi Serikat Buruh Independen (SBI) Balikpapan Kaspardi, Selasa (1/5/2012).

Ia menjelaskan, buruh yang dimaksud merupakan pekerja diluar pekerja sektor Minyak dan Gas di Balikpapan. "Kalau pekerja sektor Migas, barangkali masih mampu kalau beli dua rumah. Buruh berkeluarga yang belum punya rumah ini, mereka yang berpenghasilan dibawah Rp 4 juta per bulan. Barangkali termasuk teman-teman wartawan juga ya," katanya.

Dia mengatakan, selain kenaikan upah, pemerintah wajib menurunkan harga kebutuhan pokok di Balikpapan. "Kalau tidak mampu menurunkan harga, pemerintah sebaiknya menekan perusahaan untuk menaikkan upah sesuai inflasi. Kalau tidak, buruh tidak akan pernah sejahtera," ujarnya

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat