Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    Ricuh Kerobokan, Sulit Mengubah Budaya Penjara

    TEMPO.CO, Jakarta -Kriminolog Universitas Indonesia, Adrianus Meliala mengatakan sulit mengubah budaya di dalam penjara yang seringkali menyebabkan pertikaian. "Konflik biasanya terjadi karena ada kombinasi aktor, struktur dan kekuasaan di dalam penjara," ujarnya Selasa 22 Februari 2012.

    Adrianus menjelaskan, aktor terdiri dari narapidana yang dikontrol petuga sipir penjara. Di antara mereka terdapat aturan formal dan non formal. Kenyataan di penjara, minimnya jumlah petugas menyebabkan sulit mengatur dan menertibkan narapidana secara formal.

    Pada akhirnya pemegang kekuasaan membuat kompromi dengan narapidana agar kondisi di dalam penjara tetap tertib. Mereka lebih memilih menerapkan aturan non formal. "Sudah tidak aneh kalau sipir membiarkan peredaran narkoba dan senjata, yang penting narapidana tidak kabur," kata Adrianus.

    Menurutnya kompromi belum tentu membuat suasana penjara kondusif. Pasalnya, kalau terjadi sedikit saja perubahan stuktur di dalam akan mengubah budaya keseluruhan. Ia mencontohkan, pergantian kepala lembaga pemasyarakatan bisa menyebabkan konflik di penjara.

    "Ketika pergantian atasan, otomatis ada peraturan baru yang mengusik kehidupan narapidana," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa, peraturan baru akan mengubah budaya di penjara secara keseluruhan.

    Peran atasan sangat menentukan struktur yang ada di penjara. Adanya tuntutan pergantian Kalapas, seperti yang terjadi di lembaga pemasyarakatan Kerobokan, Bali, berarti adanya permintaan agar budaya para narapidana tidak terusik

    Pertikaian antarnarapidana di LP kerobokan terjadi pada Ahad, 19 Februari 2012 dan berujung pada kasus penusukan yang melukai seorang narapidana. Rupanya pertikaian kembali berlanjut pada Rabu 21 Februari 2012.

    Sejumlah narapidana yang marah membakar pintu depan lapas. Akibatnya api merembet hingga gedung kantor pegawai.

    Penyebab kerusuhan diduga adanya diskriminasi petugas lapas terhadap narapidana. Hingga kini penyelidikan masih terus dilakukan.

    SATWIKA MOVEMENTI

    Berita lain:

    Gedung Pegawai Terbakar, Tahanan Kerobokan Aman

    Menteri Amir Kesulitan Data Tahanan Kerobokan

    Nasib Kepala Lapas Kerobokan Diputuskan Besok

    Kapasitas 330 Napi, Kerobokan Dihuni 1.050 Napi

    Rusuh LP Kerobokan, Seribu Napi Berkeliaran

    Polisi: Napi Kerobokan Minta Kepala Lapas Dicopot

    Sebelum Rusuh, Ada Penusukan di Lapas Kerobokan

    Dirjen Pemasyarakatan Kunjungi Kerobokan

    Menteri Hukum: LP Kerobokan Sudah Kondusif

    Kerusuhan LP Kerobokan Dipicu Kerusuhan Sebelumnya

    Polisi Buru Dalang Kerusuhan LP Kerobokan

     

    PEDOMAN KOMENTAR

    Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

     

    3 komentar

    • Fadli Lasut  •  2 bulan yang lalu
      Tidak semua mereka yang ada dalam tahanan itu bercita-cita menjadi "666". Oleh karena itu jelas harus ada pemgembangan sistem penahanan. Apakah selama BUMN berjalan sudah berhasil memanfaatkan tenaga mereka ( para tahanan ) ? Pekerjaan dan ilmu pengetahuan adalah hak yang harus diberikan kepada seluruh rakyat NKRI sekalipun mereka berada dalam tahanan. Jangan jadikan rumah tahanan sebagai tempat kost bagi para penjahat dalam menyempurnakan pekerjaan mereka. Artinya apa yang mereka lakukan sekarang inikan tidak sama dengan di BUMN. MDK !!!..........salam-sa-TK-as.
    • Ferry Sumaredi  •  2 bulan yang lalu
      Manusianya mungkin sangat sulit diatur, dengan merobah pola bangunan penjara yang desainnya seperti lapangan dengan bangunan yang tertata rapi dan tidak mudah para napi melakukan hal-hal kriminal didalam penjara adalah bagian yang perlu ditinjau kembali, disamping itu TV dan HP turut andil dalam membangun kebrutalan pikiran para napi, idealnya sebagai Napi tidak perlu difasilitasikan dengan hal seperti ini, karena arti penjara adalah menghukum seseorang untuk bertobat. Jadi Penjara sama dengan perenungan dari para napi.
    • Has  •  2 bulan yang lalu
      sebetulnya manusia itu dihadapan Shang Khaliq sama yang dilihat amal budi baiknya bukan pakain ataupun statusnya, yang membuat dia masuk penjara mungkin karena perbuatannya atau beramal kurang baik, tapi mereka yang menentukan tafsiran salah baik benar hanya manusia atau hakim jaksa pembela yang juga tak lepas dari kesalahan, untuk itu mereka yang terpidana dalam penjara sebaiknya dibudayakan pembekalan pembinaan mental agama sesuai agama yang dianut, dijarkan budi pekerti sebagai mana budaya adat, tapi kalau di krobokan bali apa sudah membudaya? kalau adat di jawa yang muda selalu dan wajib menghormati yang tua sepanjang itu dalam kebenaran, sedang di bali kalau nggak slah terpengaruh Kasta, sehingga yang ber kasta brahmana walau itu balita selalu dihormati, benarkah!
      • aku 2 bulan yang lalu
        Tidak benar. Kasta adalah buatan manusia sendiri. Agama Hindu hanya memberi "nama" saja. Di Indonesia pengkastaan terbesar malahan ada di Jakarta bukan Bali. Lihat, di gedung perkantoran Jakarta, mau pakai lift aja ada kastanya, lift biasa, lift VIP, lift VVIP. Pakai toilet aja ada toilet umum, VIP dan VVIP. Padahal kalau ditanya katanya semua manusia itu sama. Dalam hal ini sama-sama penyewa gedung dan sama-sama pengunjung gedung tsb.