Warga Desa Klampar, Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar ritual 'okol' atau gulat tradisional yang dipercaya bisa menurunkan hujan. Namun okol tersebut justru berakhir dengan tawuran.
Tawuran dalam acara okol ini terjadi, saat penonton merangsek masuk ke arena pertandingan dan menyentuh salah satu pemain okol lainnya. Kubu pendukung pemain lain tidak terima, hingga akhirnya berujung saling pukul.
Akibat kerusuhan ini, panitia terpaksa menghentikan sementara pertandingan okol. Panitia lomba okol di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Kurdi menyayangkan adanya aksi kerusuhan tersebut, karena menurutnya itu telah mengganggu prosesi ritual meminta hujan yang telah dilakukan pihak pantia.
"Kegiatan lomba okol ini kan salah satu upaya ritual yang biasa dilakukan warga di desa ini untuk meminta hujan pada musin panas seperti sekarang ini," kata Kurdi seperti dikutip dari Antara, Jumat (2/11).
Panitia sendiri sebenarnya telah berupaya menenangkan warga yang tawuran itu, akan tetapi tidak berhasil, hingga akhirnya memutuskan kegiatan okol itu diakhiri sebelum waktunya.
Tidak terlihat ada petugas kepolisian di lokasi tawuran saat kejadian, sehingga sejumlah aparat desa berupaya menghubungi petugas kepolisian dari jajaran Polres Pamekasan dan Polsek Proppo.
Lomba okol oleh masyarakat Desa Klampar ini merupakan lomba tahunan dan biasa digelar saat musim panen. Tradisi okol sendiri dipercaya bisa menurunkan hujan, sehingga saat kekurangan air, warga biasa menggelar lomba tersebut.
Sejumlah warga menderita luka memar akibat saling pukul, beberapa ibu rumah tangga yang menyaksikan lomba okol sempat berteriak histeris karena ketakutan, termasuk anak-anak.
Tawuran dalam lomba okol antarkampung di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Pamekasan itu reda, setelah sejumlah tokoh masyarakat berpengaruh di desa itu datang ke lokasi tawuran dan menghalangi warga sedang berkelahi. Ritual lomba okol warga ini digelar di lapangan pertanian Dusun Nangkernang, Desa Klampar, sekitar 7 kilometer dari arah kota Pamekasan.
Penghargaan buat SBY
- Presiden Dijadwalkan Lakukan Kunjungan Kenegaraan ke SwediaAntara - 19 jam yang lalu
- Pemerintahan Yudhoyono Tak Bertujuan Menerima PenghargaanAntara - Jum, 24 Mei 2013
- Komnas HAM: Toleransi Beragama Indonesia MemburukTempo - Jum, 24 Mei 2013
- Anisa Wahid: Masa SBY, Intoleran Lebih Leluasa Tempo - Jum, 24 Mei 2013
- Adnan Buyung: Dipo Alam Lancang!Tempo - Jum, 24 Mei 2013
- Penegakan HAM Buruk, Politikus Salahkan PemerintahTempo - Kam, 23 Mei 2013
- Imam AS akan Berkunjung ke AuschwitzAntara - Rab, 22 Mei 2013
- Award untuk SBY bertolak belakang dengan laporan Deplu ASMerdeka.com - Sel, 21 Mei 2013
- Walubi: Perlakukan Islam Sama dengan Umat LainAntara - Jum, 17 Mei 2013
- Rusia Mau Belajar Hukum Islam dari Indonesia Tempo - Sel, 14 Mei 2013
- 'Harusnya SBY malu terima penghargaan perdamaian internasional'Merdeka.com - Rab, 8 Mei 2013
- Penyerangan Warga Ahmadiyah, Begini Kata MendagriTempo - Sel, 7 Mei 2013
- Kedubes AS Tolak Surat Protes ke SBY, Rohaniawan KecewaLiputan 6 - Sen, 6 Mei 2013
- Korban intoleransi beragama surati Obama soal award untuk SBYMerdeka.com - Sen, 6 Mei 2013
- Ulil: Pemerintah Tidak Tegas Urus AhmadiyahTempo - Sen, 6 Mei 2013
- Istri Gus Dur Minta Segel Masjid Ahmadiyah DibukaTempo - Min, 5 Mei 2013
- Istri Gus Dur: Solusi Ahmadiyah, cabut SKB 3 menteriMerdeka.com - Min, 5 Mei 2013
- Nyaleg, Edo Kondologit Tertular Spirit JokowiTempo - Min, 21 Apr 2013
- Pembangkang Vietnam Dilarang Bertemu Seorang Pejabat ASAntara - Sel, 16 Apr 2013
- Penghargaan Toleransi Beragama untuk SBY Keliru?Tempo - Jum, 12 Apr 2013
Pilihan Redaksi
1 - 4 dari 24
PEDOMAN KOMENTAR
Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
Artikel Terpopuler
Hari Ini di Yahoo!
1 - 8 dari 33
Artikel Pilihan
Lainnya Dari 
POLL
Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?
Memuat...

Yahoo! OMG