TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mindo Rosalina Manulang, terpidana kasus suap wisma atlet SEA Games, berencana melaporkan adanya permintaan fee 8 persen seorang menteri atas sebuah proyek ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini, Kamis (23/2/2012).
"Iya, nanti kami akan melapor. Mungkin nanti siang sekitar pukul 13.00 ," kata pengacara Rosa, Achmad Rifai saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Kamis (23/2/2012).
Melalui Ahmad Rivai, Mindo Rosalina Manulang mengungkap seorang menteri meminta jatah fee atau pelicin sebesar 8 persen atau setara dengan Rp. 180 Miliar dari 2 proyek. Hal itu dimaksudkan agar Permai Group mendapatkan proyek di kementeriannya. Permintaan itu secara terbuka disampaikan sang menteri di rumah dinasnya, Widya Chandra, Jakarta, pada pertengahan 2010 lalu.
"(Kata Rosa) Saya bertemu dengannya di rumahnya. Dia bilang ada proyek besar. Dan menteri didampingi stafnya itu meminta fee 8 persen," kata Rifai kepada wartawan di Jakarta, Minggu (19/2/2012).
Karena kasusnya belum tersentuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rifai memilih bungkam soal identitas si menteri yang merupakan petinggi partai politik (parpol) tersebut.
Namun, ia mengakui bahwa sang menteri akan hadir menjadi saksi satu kasus korupsi yang menjerat anak buahnya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, pada pekan ini. "Pokoknya, dia (menteri) akan bersaksi," kata Rifai.
Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda
Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Pertama-tama,Nyalakan Facebook
Berita Lainnya
- KPK: Tak Ada Kompromi untuk Koruptor
- KPK Tahan WN Jepang Tersangka Kasus Korupsi
- Johan: KPK tak akan Berkompromi dengan Buronan Kasus Korupsi
- KPK Masih Serius Selidiki Kasus Bank Century
- Emir Moeis Penuhi Panggilan KPK
- KPK: Miranda Bisa Jadi Justice Collaborator Asal..
- Marzuki Alie: KPK Tak Perlu Wewenang SP3
- Amir Syamsuddin: Upaya Pemberantasan Korupsi …TRIBUNnews.com
Pilihan Redaksi
PEDOMAN KOMENTAR
Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
Terpopuler
Pilihan
Lainnya Dari TRIBUNnews.com
POLL
Apakah Anda setuju dengan langkah polisi yang siap membubarkan konser Lady Gaga demi keamanan?
Memuat...


Berita hiburan dari Yahoo! OMG
15 komentar