Kenaikan BBM

Rp 18 M Tak Selamatkan Deltras Dari Degradasi

Gelontoran dana besar tak menjamin sebuah klub untuk berprestasi. Seperti apa yang terjadi pada klub yang terdegradasi Deltras Sidoarjo.

Pada Indonesia Super League (ISL) musim lalu, The Lobster konon menelan anggaran lebih dari Rp 18 M. Selain untuk kontrak pemain-pemain bintang macam Budi Sudarsono dan lain-lain, sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk biaya operasional perhelatan pertandingan home dan away selama semusim.

Namun, bukannya berprestasi. Deltras malah terdegradasi. Belum cukup, dana super besar tersebut juga masih menyisakan masalah. Pemain mereka selama enam bulan terakhir belum juga mendapatkan gaji.

Untuk itu lah, manajemen akan mengurangi besar anggaran untuk musim depan. "Pastinya anggaran pengeluaran kami akan berkurang 40 sampai 50 persen dari musim lalu," kata Direktur PT Delta Raya Sidoarjo, Dicky Hartanto.

Ia menjelaskan, untuk berlaga pada Divisi Utama musim depan Deltras berencana menggunakan tenaga-tenaga pemain muda yang memperkuat Deltras U-21 musim lalu. Pemain-pemain muda ini memiliki nilai kontak yang jauh relatif lebih kecil. (fjr/dzi)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.